Kamis, 11 Jun 2026 11:06 WIB

Emprit Jepang, Burung Hama yang Kini Jadi Primadona

Burung Emprit Jepang yang dulunya hama sekarang menjadi primadona
Burung Emprit Jepang yang dulunya hama sekarang menjadi primadona

jatimnow.com - Burung Emprit Jepang atau Society Finch mulai banyak digemari kicau mania. Mereka juga banyak yang mengembangbiakkan karena tergiur keuntungan penjualan burung berbulu warna-warni itu. Burung yang dulunya hama, saat ini menjadi primadona.

Salah satu penangkar burung Emprit Jepang itu adalah Iwan Qurniawan (31), warga RT 1 RW 1 Desa Kebakalan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Punya penangkaran burung Emprit Jepang sejak satu tahun terakhir, Iwan sudah kebanjiran pesanan dari pecinta burung.

Baca Juga: Pesona Kenari Merlok, Si Merah Cerah yang Jadi Primadona Kicau Mania

Kicau burung Emprit Jepang menyambut kedatangan setiap orang yang datang ke rumah Iwan.

"Awalnya saya punya tiga pasang indukan. Saat ini sudah ada indukan seperti jenis emje, pinstat, starpin, zebra, gold amadine dan banyak diminati oleh pecinta burung," tutur Iwan, Minggu (27/10/2019).

Iwan menambahkan, untuk melakukan penangkaran, awalnya dia harus tahu dan jeli membedakan jenis kelamin burung, karena Emprit Jepang ini sangat sulit dibedakan kelaminnya.

Pecinta burung harus benar-benar teliti membedakan jenis kelamin, dari perilaku, kicauan, baru bisa sedikit membedakan jenis kelamin.

Baca Juga: 5 Cara Baru Nikmati Liburan: Berpetualang Antimainstream

"Burung yang sering mengembangkan bulu, memanjangkan leher dan sering berkicau itu dipastikan burung jenis kelamin jantan," beber Iwan.

Harga burung Emprit Jepang ini harganya semakin lama semakin meningkat. Maka dari itu, Iwan terus menambah indukan.

"Jenis gold amadine warna kuning biru, per ekor harganya Rp 750 ribu, kalau indukan Rp 1 juta. Kalau jenis emje jambul per ekor Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta. Untuk indukannya bisa Rp 4 juta," bebernya.

Baca Juga: Pria Ponorogo Bisnis Koi Raup Omzet Rp5 Juta Sehari, Belajar ke Jepang

Untuk perawatan burung Emprit Jepang ini, Iwan menyebut sangat gampang, lantaran pakannya mudah dicari. Apalagi Burung Emprit Jepang ini selalu rajin merawat anaknya setelah menetas.

"Setelah telur menetas, induknya rajin memberi makan pada anaknya. Burung ini tahan penyakit. Keuntungan dari menangkar burung ini kurang lebih Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per bulan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.