Kamis, 25 Jun 2026 03:53 WIB

Banner Penolakan Paham Syiah di Probolinggo akan Diturunkan, Asal...

Proses mediasi, menyusul pemasangan banner penolakan paham syiah di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo
Proses mediasi, menyusul pemasangan banner penolakan paham syiah di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo

jatimnow.com - Polemik penolakan paham syiah dalam bentuk banner oleh warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, memasuki babak baru. Pemkab Probolinggo, TNI dan Polri memediasi warga bersama perangkat desa setempat, Sabtu (26/10/2019).

Mediasi itu berlangsung di Kantor Kecamatan Sumberasih. Selain Pemkab Probolinggo, TNI dan Polri, mediasi itu juga dihadiri sejumlah perwakilan ormas dan tokoh masyarakat.

Baca Juga: Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, mediasi itu menghasilkan beberapa kesepakatan bersama.

Baca juga:  Warga di Probolinggo Pasang Banner Tolak Faham Syiah

"Salah satunya yaitu, paham syiah dan kegiatannya tidak boleh digelar di daerah Jangur dan Kecamatan Sumberasih," kata Ugas.

Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo memasang banner penolakan terhadap paham syiah di daerahnyaWarga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo memasang banner penolakan terhadap paham syiah di daerahnya

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

Selain itu, warga bersepakat untuk segera menurunkan banner penolakan yang telah dipasang. Namun warga juga meminta agar atribut atau lambang yang berkaitan dengan paham syiah yang ada di rumah terduga tokoh syiah di daerahnya, diturunkan.

"Diharapkan permasalahan ini segara diakhiri dan tidak diperpanjang lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ansor Sumberasih Abdul Mujib menambahkan, kesepakatan soal penurunan banner tersebut akan dilakukan warga. Dengan catatan atribut yang ada di rumah terduga tokoh syiah, juga diturunkan.

Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas

"Jika penurunan atribut syiah itu tidak dilaksanakan, maka banner penolakan akan dipasang kembali," tegasnya.

Berdasarkan informasi, terduga tokoh paham syiah tersebut saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjalankan ziarah. Untuk kepastian kapan kembalinya, masih belum diketahui.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.