Jumat, 19 Jun 2026 21:55 WIB

Perjuangan Suyati Rawat Ibu dan Anaknya yang Lumpuh Seorang Diri

Suyati merawat anaknya yang menderita lumpuh dan ibu kandungnya seorang diri
Suyati merawat anaknya yang menderita lumpuh dan ibu kandungnya seorang diri

jatimnow.com - Pengorbanan yang dilakukan oleh Suyati warga Desa/Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi luar biasa.

Di usia senjanya, ia seorang diri harus menghidupi putri keduanya yang menderita sakit polio dan ibu kandungnya yang tengah lumpuh.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Dijumpai di rumahnya yang sederhana yang berada di Dusun Ngisor, Kedung Puteri, Paron, Ngawi, wanita berumur 60 tahun itu menceritakan kondisi putrinya yang bernama Rini Setyo Utami terserang penyakit.

"Berawal 37 tahun silam saat panas tinggi menyerang putri saya. Kata dokter, Rini terkena polio dan sejak kecil tidak bisa jalan," kata Suyati, Kamis (24/10/2019).

Guratan senyum Suyati mulai memudar, perlahan matanya sayu dan mulai berkaca-kaca. Putri kedua Suyati memang tidak seperti perempuan muda lainnya.

Kedua kaki dan tangannya kurus kering tinggal tulang, Penyakit polio yang dideritanya sejak usia setahun membuat perempuan 37 tahun tersebut tidak bisa banyak beraktivitas.

"Hingga kini anak saya cuma berbaring lemah. Tidak bisa beraktivitas apapun," ujarnya.

Setiap harinya, anaknya hanya bisa berbaring lemah di atas kamar tidur dan depan televisi. Sedangkan untuk mandi dan makan, Rini masih sanggup walaupun sulit karena diajarkan belajar mandiri sejak dulu.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Selain menanggung pengobatan dan merawat anaknya seorang diri karena ditinggal suaminya meninggal sejak 2 tahun, Suyati juga harus merawat ibu kandungnya yang bernama Jamini yang kini mulai sakit-sakitan dan tidak lagi bisa berjalan.

Ibu kandung Suyati yang kini berusia 80 tahun tersebut lumpuh setelah terjatuh beberapa bulan lalu. Selain itu, usia senja juga membuat daya ingat nenek tersebut berkurang.

"Jadi saya menghidupi dua orang yang lumpuh. Tidak ada pilihan lainnya lagi," katanya pasrah.

Suyati terpaksa jadi tulang punggung keluarga di usia tidak lagi muda. Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengaku jika punggungnya juga mulai sakit-sakitan.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

Sempat mengandalkan uang dari buruh tani, kini perempuan tersebut memilih menganggur demi menjaga kesehatan. Sesekali membantu menjahit baju milik tetangga yang robek.

"Sekarang menganggur, kadang mantu saya ngasih (uang red). Tidak banyak karena dia juga buruh tani. Saya punya tiga anak. Yang pertama dan terakhir sudah menikah," tambahnya.

Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya, kerap dirinya mendapat bantuan dari putri pertama dan saudaranya. Ia mengaku sempat mendapat bantuan sosial dari pemerintah dua tahun silam namun kini tidak lagi.

"Kalau dulu pernah dapat (bantuan red) setahun sekali, tapi sekarang tidak pernah lagi," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.