Rabu, 17 Jun 2026 07:08 WIB

Setelah Bunuh Driver Go-Car, Pelaku Tawarkan Mobil Korban Lewat Medsos

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 24 Okt 2019 13:53 WIB
Gianto, pembunuh driver Go-Car yang membuang jenazah korban ke Tol Pandaan
Gianto, pembunuh driver Go-Car yang membuang jenazah korban ke Tol Pandaan

jatimnow.com - Gianto (36), asal Babatan Gang 1, Kecamatan Wiyung, Surabaya, yang membunuh Rusdianto (41), driver Go-Car dari hasil penyelidikan polisi diketahui sempat berusaha menghilangkan jejak pembunuhan dengan membuang handphone (Hp) korban ke selokan depan Masjid Changhoo Pandaan.

"Selain membuang hape korban, pelaku sempat menjual mobil milik korban via transaksi di media sosial (medsos) ke Kabupaten Jember. Namun gagal. Pelaku pun kembali membawa mobil tersebut ke rumah persembunyiannya dan tertangkap dini hari tadi," kata Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Baca juga:  

Ditambahkan Alumnus Akpol 2001 ini, terungkapnya tempat persembunyian pelaku di Perum Pelem Pertiwi Blok JF 10, Desa Pelem Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, tidak lepas dari upaya tracker handphone Gianto saat memesan Go-Car dengan akun palsu dengan nama 'Dwi'.

"Keberhasilan kami menangkap pelaku ini adalah upaya tracking handphone pelaku," ungkapnya.

Satreskrim Polres Pasuruan sendiri terpaksa menembak kaki kiri Gianto (36) karena berusaha melawan saat ditangkap.

"Tim buser kami terpaksa menembak kaki kiri pelaku lantaran mencoba kabur dan melawan saat diringkus," tukasnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Pelaku menjerat korban dengan menggunakan tali tampar (tambang) berwarna hijau hingga meninggal di Surabaya. Korban ditemukan seorang pengendara yang hendak buang air kecil di Jalan Tol Pandaan-Malang, pada Kamis (23/10/2019) pukul 13.35 Wib yang curiga dengan bau busuk menyengat.

Jenazah korban ditemukan tergeletak dengan tangan terikat dan kepalanya tertutup kain.

Rusdianto (41) diketahui mempunyai 2 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yaitu warga Jalan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya dan Jalan Rejo Makmur 2A, Kelurahan Pakal, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

Korban merupakan seorang driver Go-Car dan meninggalkan rumah untuk bekerja serta tidak bisa dihubungi sejak Senin (21/10/2019) lalu.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.