Sabtu, 20 Jun 2026 21:21 WIB

Cerita Terbunuhnya Driver Go-Car yang Mayatnya Dibuang di Tol Pandaan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 24 Okt 2019 12:56 WIB
Pembunuh driver Go-Car ditangkap Polres Pasuruan
Pembunuh driver Go-Car ditangkap Polres Pasuruan

jatimnow.com - Satreskrim Polres Pasuruan mengungkap kronologi dan modus pelaku Gianto (36) yang membunuh Rusdianto (41), seorang driver Go-Car dan membuangnya di Tol Pandaan-Malang di KM 74.200/B.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan sebelumnya pada Senin (21/10/2019) pukul 11.00 Wib, pelaku yang merupakan warga Babatan Gang 1, Kecamatan Wiyung, Surabaya, memesan Go-Car melalui aplikasi.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pembongkaran Makam di Winongan

Baca juga:  

"Pelaku sengaja memesan Go-Car dengan akun palsu bernama 'Dwi'. Awalnya, pelaku memesan rute perjalanan ke Pondok Maritim menuju Graha Family Surabaya dan berhenti di belakang National Hospital," jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Kamis (24/10/2019).

Sesampainya ditujuan, Gianto mengajak korban turun dari mobil dengan alasan menunggu bosnya datang. Korban tidak sadar jika disitulah pelaku merencanakan membunuh Rusdianto. Berselang 10 menit kemudian, pelaku kembali masuk ke mobil dan baru disusul oleh korban.

"Saat korban baru duduk di kemudi, disitulah pelaku menggunakan tali tampar (tambang) berwarna hijau menjerat leher Rusdianto sampai meninggal," ungkap Alumnus Akpol 2001 ini.

Setelah korban meninggal, pelaku kemudian merencanakan pembuangan mayat yang telah dibunuhnya tersebut.

Baca Juga: Atasi Krisis, Polres Pasuruan dan PMII Kirim Air Bersih ke Desa Karangjati

"Pelaku sempat berencana membuang mayat korban ke daerah Malang. Namun, pelaku putar balik ke arah Surabaya, dan membuang mayat korban yang tewas itu di badan Jalan Tol Malang-Pandaan di KM 72.200/B," pungkasnya.

Korban sendiri ditemukan seorang pengendara yang hendak buang air kecil di Jalan Tol Malang-Pandaan, pada Kamis (23/10/2019) pukul 13.35 Wib yang curiga dengan bau busuk menyengat.

Jenazah korban ditemukan tergeletak dengan tangan terikat dan kepalanya tertutup kain.

Baca Juga: 4 Fakta Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Lekok Pasuruan: 4 Orang Meninggal

Rusdianto (41) diketahui mempunyai 2 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yaitu warga Jalan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya dan Jalan Rejo Makmur 2A, Kelurahan Pakal, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Korban merupakan seorang driver Go-Car dan meninggalkan rumah untuk bekerja serta tidak bisa dihubungi sejak Senin (21/10/2019) lalu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.