Selasa, 09 Jun 2026 10:01 WIB

ACT Luncurkan Program 'Beras untuk Santri Indonesia'

Program 'Beras untuk Santri Indonesia (BERISI)',  dari ACT
Program 'Beras untuk Santri Indonesia (BERISI)', dari ACT

jatimnow.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program 'Beras untuk Santri Indonesia (BERISI)', pada Selasa (22/10) di kantor ACT, Jakarta Selatan. Melalui program ini, ACT berikhtiar menunjang kebutuhan pangan para santri.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin menyampaikan ikhtiar ini merupakan bentuk kepedulian ACT dan para dermawan terhadap kehidupan para santri yang memiliki peran banyak bagi agama dan bangsa.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

"Kami merasa harus berbuat sesuatu terkait santri. Di hari Santri Nasional 22 Oktober ini, kita merefleksi dunia santri yang identik dengan Indonesia," kata Ahyudin dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan pengalaman Ahyudin, ia kerap menemukan kehidupan para santri yang memprihatinkan. Masih banyak santri di pesantren yang hanya makan sekali dalam sehari.

Belum lagi, pesantren menjadi lembaga yang dianggap memiliki andil menampung anak-anak
yatim dan kurang mampu.

"Di hari santri yang luar biasa ini, mari kita serius memahami dunia santri dan merancang peran supaya dunia santri ini menjadi bagian dari kehidupan kita," ujarnya.

Ahyudin mengatakan, salah satu segmentasi kemiskinan ada di dunia santri. Melalui program ini, ia berharap dapat mengangkat citra pesantren.

"Program BERISI ini semoga menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengambil peran bagi dunia santri Indonesia," lanjutnya.

Besarnya peran santri juga diungkapkan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar. Ibnu mengatakan, banyak pahlawan nasional yang berasal dari kalangan santri. Sebab itu, ACT ingin memperingati Hari Santri Nasional dengan momentum kemanusiaan.

"Kita memperingati Hari Santri Nasional bukan sekadar memperingati sebuah kejadian saja, tetapi kita ingin mendapatkan suatu inspirasi besar dari sebuah entitas penting bangsa ini, yakni santri dan pesantren," ungkap Ibnu Khajar.

Ia mengatakan, 70 persen pesantren tradisional masih dalam keadaan memprihatinkan. Padahal, kata Ibnu, santri harus menerima pelajaran dan kegiatan yang sangat banyak setiap harinya.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

Dengan kegiatan yang amat padat, santri harus memiliki kesehatan prima agar mampu belajar dengan baik. Menurutnya, keadaan itu harus menjadi perhatian masyarakat, terlebih santri berperan dalam menjaga kedaulatan bangsa sebagaimana yang menjadi latar belakang penetapan Hari Santri Nasional.

"Tidak mengurangi hormat kami kepada para kiai dan guru-guru di pesantren yang membimbing dan mendidik santri. Sebagai saudara, kami ingin turut membantu," terang Ibnu.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan mengatakan, pendistribusian beras untuk santri akan dilakukan pada hari ini.

Wilayah pertama yang menjadi target pendistribusian beras adalah pesantren-pesantren prasejahtera di Jawa Barat.

"Pekan ini kami siapkan 100 ton beras untuk 100 pesantren. Kita sudah mendata ada 10 sampai 12 provinsi. Basis relawan kami sudah siap menyapa pesantren-pesantren yang ada di daerah terdekat," ungkap Wahyu.

ACT telah mendata sejumlah pesantren di Banten, Jabar, DKI, Jateng, Jogja, Jatim, Aceh, Jambi, Sumsel, dan Kalbar.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

Wahyu juga mengatakan, sejumlah pesantren yang dituju di Sumatra dan Kalimantan adalah pesantren yang terdampak pekat asap karhutla.

Dukungan juga disampaikan Ustaz Fadlan Rabbany Garamatan. Ustaz kelahiran Papua yang turut hadir dalam peluncuran program BERISI itu mengatakan, dukungan dermawan untuk membantu ketahanan pangan para santri akan menjadi amal yang tidak ternilai harganya.

"Satu butir beras akan menjadi energi bagi para santri," katanya.

Di Jawa Timur, distribusi beras untuk santri rencananya akan dilakukan dalam pekan ini. Dipo Hadi, Head of Program ACT Jatim menyampaikan pendistribusian akan diawali di Pondok Pesantren Al Jihad Wonocolo Surabaya kemudian dilanjutkan pendistribusian puluhan ton beras di beberapa pesantren yang tersebar di Jawa Timur.

"Pada program BERISI masyarakat juga bisa berkontribusi untuk memberikan donasi terbaiknya melalui kantor ACT Jatim di Kantor Gayungsari Barat X, No 41 Surabaya atau melalui rekening BSM #77777 89664 dan Mandiri #127 000 766 9623," tutup Dipo Hadi dalam
keterangannya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.