Senin, 15 Jun 2026 17:33 WIB

Padamkan Kebakaran di Gunung Ijen, Bupati Anas Minta Water Bombing

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau kebakaran di Paltuding, Gunung Ijen
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau kebakaran di Paltuding, Gunung Ijen

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau lokasi kebakaran hutan di kawasan Gunung Ijen, Selasa (22/10/2019). Bupati Anas meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar menerjunkan helikopter pengebom air atau water bombing.

"Hari ini kami berkirim surat ke BNPB untuk dikirimkan armada udara water bombing untuk menyemprot air mengatasi kebakaran di Gunung Ranti dan Merapi di kawasan Taman Wisata Alam Ijen. Harus sesegera mungkin karena posisi api agak sulit dijangkau kecuali memakai armada udara," kata Bupati Anas, Selasa (22/10/2019).

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Bupati Anas menjelaskan bahwa bantuan penyemprotan air dari udara itu sangat dibutuhkan Banyuwangi. Mengingat potensi meluasnya kebakaran yang ada saat ini, dinilai besar.

"Kami nilai memang belum perlu ditetapkan status tanggap darurat. Untuk sementara, water bombing yang mendesak kami butuhkan," tegasnya.

Baca juga:  

Saat di lokasi, Bupati Anas tidak hanya mendatangi lokasi kebakaran di kawasan Paltuding saja. Ia juga melihat tempat penimbangan belerang yang juga ikut terbakar. Tampak sisa-sisa pepohonan dan beberapa troli penambang hangus.

"Sejauh ini, kebakaran memang mulai berkurang, walaupun masih ada potensi meluas. Sebelumnya kami mendapatkan informasi dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) bahwa sebenarnya kebakaran cemara gunung merupakan siklus rutin tahunan, tapi biasanya terkontrol. Namun karena kemarin ada badai angin cukup besar, kebakaran menjadi sporadis meluas," paparnya.

Bupati Anas saat meninjau lokasi kebakaran di kawasan Paltuding, Gunung IjenBupati Anas saat meninjau lokasi kebakaran di kawasan Paltuding, Gunung Ijen

Gunung Ranti yang lokasinya bersebelahan dengan Gunung Ijen di wilayah Banyuwangi terbakar. Kebakaran meluas ke kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup di kawasan Ijen.

Baca Juga: Rumah di Kediri Terbakar Gegara Obat Nyamuk Saat Pemilik Pergi Mancing

Akibat kebakaran tersebut, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen dinyatakan tertutup untuk kunjungan dan pendakian maupun aktivitas penambangan belerang, sejak Minggu (20/10/2019).

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah mengerahkan mobil pemadam kebakaran, melakukan penyemprotan di sejumlah titik sejak Minggu (20/10/2019). Sejumlah jalur telah disiram untuk melokalisir kebakaran.

"Namun mobil pemadam kami tidak bisa menjangkau ke lokasi kebakaran yang letaknya lebih dalam dan lebih tinggi. Makanya kami memohon water bombing kepada Kepala BNBP. Apalagi, BMKG memprediksikan hujan di Banyuwangi terjadi baru pada akhir November 2019. Jadi, penyemprotan ini sifatnya urgent," ujar Bupati Anas.

Bupati Anas melanjutkan, dengan kondisi yang demikian, untuk sementara kawasan Gunung dan Kawah Ijen masih ditutup untuk umum dan wisatawan. Penutupan ini sampai kondisi lokasi tersebut sudah dinyatakan aman.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Meskipun kondisi kebahayaan sudah tidak ada, namun rekomendasi BKSDA, kawasan ini belum bisa dibuka. Dilihat perkembangannya besok, nanti akan dievaluasi lagi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram menambahkan, saat ini penanganan kebakaran melalui darat dirasa tidak efektif. Selain jangkauan alat yang terbatas, medan spot api sulit dijangkau.

Untuk mencegah kebakaran meluas hingga ke areal persawahan di sisi utara dan barat kawasan Ijen, tepatnya di kawasan perkebunan Pasewaran Kecamatan Kalipuro, BPBD telah membuat sekat-sekat agar api tidak merembet.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa agar warga Pasewaran mulai mengantisipasi meluasnya spot api ke wilayahnya. Tapi, semoga tidak sampai meluas ke sana," tandas Eka.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.