Selasa, 16 Jun 2026 09:52 WIB

Angin Kencang Terjang Kota Batu, ACT Beri Bantuan pada Pengungsi

  • Penulis : Advertorial
  • | Selasa, 22 Okt 2019 16:55 WIB
Penampungan pengungsi di Batu
Penampungan pengungsi di Batu

jatimnow.com - Angin kencang menerjang Malang Raya pada Sabtu (19/10) malam kemarin menyebabkan satu orang dilaporkan tewas, sementara ribuan warga lainnya mengungsi.

Data dari Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) Aksi Cepat Tanggap (ACT) mencatat, ada 1.216 pengungsi yang tersebar di lima titik pada Senin (21/10).

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Iqrok Wahyu Perdana dari tim Program ACT Malang melaporkan hingga pukul 03:00 dini hari tadi, angin masih berembus dengan kencang. Selain merusak rumah, angin tersebut juga membawa debu-debu beterbangan, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar.

"Beberapa kali saya harus memejamkan mata karena debunya masih sangat terasa hingga pagi ini. Di sini juga ada beberapa bekas bagian-bagian pohon yang berjatuhan, namun sudah dibersihkan oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang," kata Iqrok dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (22/10/2019).

Tim dari ACT juga melakukan asesmen para korban terdampak yang ada di pengungsian di Kota Batu. Dalam kesempatan itu juga, tim memberikan bantuan logistik kepada para korban yang terdampak bencana.

"Kita mendistribusikan popok bayi, air mineral, susu, dan bubur bayi. Selain itu, kita juga membagikan masker kepada warga mengingat debu-debu yang dibawa angin kencang ini dikhawatirkan bisa memengaruhi pernafasan mereka," ujarnya.

Berdasarkan asesmen juga, didapatkan bahwa warga kini membutuhkan pakaian dan alat mandi mengingat pakaian yang ada pada mereka kini semua berdebu.

Baca Juga: Jatim Bebas Hujan Petir, Hanya Sumenep Berpotensi Dilanda Angin Kencang

DMII-ACT mengutip Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa embusan angin ini merupakan pertanda masuknya musim pancaroba.

Jika angin normal berembus pada kecepatan 5-10 km/jam, angin ini akan bergerak dengan kecepatan di atas 45 kilometer per jam.

Biasanya angin kencang akan terjadi selama satu pekan. BPBD Kota Batu mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada.

Imbauan ini disampaikan oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Abdur Khairur Rochim.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Abdur meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kerusakan material bangunan. Terutama material genting, banner, baliho dan lainnya yang berpotensi roboh.

BPBD Kota Batu juga memperingatkan warga agar tidak melintasi jalur Cangar, Pacet. Pasalnya, lokasi tersebut rawan pohon tumbang.

"Dan terbatasnya jarak pandang akibat angin dan debu," kata Abdur.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.