Selasa, 16 Jun 2026 14:56 WIB

Fosil Kerang dan Terumbu Karang Ditemukan di Trinil Ngawi

Juru pelihara Museum Trinil tunjukkan fosil yang ditemukan di sedimen Sungai Bengawan Solo
Juru pelihara Museum Trinil tunjukkan fosil yang ditemukan di sedimen Sungai Bengawan Solo

jatimnow.com - Puluhan fosil kerang dan terumbu karang ditemukan di sedimen Sungai Bengawan Solo di dekat Museum Trinil Ngawi oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) bekerjasama dengan Leiden University dan Museum Naturalis Biodiversity Center Belanda.

"Banyak yang ditemukan dan semuanya diberikan kepada kami (museum Trinil)," kata juru pelihara Museum Trinil, Agus Hadiwidiarto, Jumat (18/10/2019)

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Ia menyebut, penemuan fosil tersebut diprediksi dari ribuan tahun silam. Sebelum jadi daratan, Ngawi merupakan lautan dan perlahan berubah menjadi rawa dan kering hingga menjadi tanah dataran.

Selain penemuan kerang dan terumbu karang, sebelumnya beberapa fosil juga ditemukan di Ngawi terdiri dari gading gajah ukuran 1.6 meter, gigi tikus, gigi buaya, gigi hiu.

Tidak menutup kemungkinan, fosil hewan dan fosil biota laut tersebut terseret oleh lahar gunung ketika meletus.

Tidak hanya Gunung Lawu, lahar Gunung Purba Nglanggeran yang ada di Jawa Tengah pun turut terseret hingga Ngawi.

"Bisa dibedakan, pasir dari Lawu itu kehitaman sementara Gunung Purba kemerahan. Dan di Trinil keduanya ada," terangnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, penemuan fosil kali ini jauh lebih sedikit karena pada musim kemarau tahun lalu setidaknya ada ratusan fosil yang berhasil diangkat dari dasar sungai.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

Perbedaan jumlah tersebut lantaran sebagian penelitian kali ini turut difokuskan pada ekosistem sekitar Trinil, termasuk kondisi alam dan asal muasal fosil purba tersebut.

"Kali ini memang sebagian berfokus pada sampel tanah untuk mengetahui kehidupan di masa lampau termasuk ekologi," jelasnya.

Diperkirakan, hingga kini jumlah fosil di wilayah Trinil mencapai ribuan karena temuan beberapa tahun terakhir mayoritas berasal dari kedalaman 0 hingga 70 sentimeter dasar sungai. Jika digali lebih dalam lagi, kemungkinan fosil lain akan kembali ditemukan.

Termasuk, fosil homo erectus yang sampai saat ini masih jadi misteri di Ngawi. Pasalnya, temuan manusia purba tersebut baru sekali didapati tahun 1891-1893 oleh Eugene Dubois ahli anatomi asal Belanda.

"Sampai saat ini temuan fosil manusia purba homo erectus baru sekali itu, belum ada lagi," ujarnya.

Baca Juga: Fosil Gajah Purba Stegodon Ditemukan di Nganjuk, Usia 800 Ribu Tahun

Untuk fosil manusia purba yang ditemukan kondisi kerangkanya tidak lengkap. Dari total bagian tubuh, Eugene Dubois hanya menemukan kerangka tengkorak, tulang paha, dan gigi geraham.

"Akan jadi berita besar jika kelak kembali ditemukan fosil manusia purba tersebut," kata Agus sambil menyebut jika penemuan fosil oleh Dubois tersebut ditempatkan di Museum Belanda.

Penempatan fosil manusia purba tersebut diperkirakan oleh Agus oleh berbagai faktor. Mulai keamanan, teknologi penelitian, hingga sumber daya manusia dan peralatan di Indonesia kala itu jadi pertimbangan Dubois mengirim fosil ke tanah kelahirannya.

"Ia mengirim fosil manusia purba bersama ribuan fosil lainnya yang ditemukan kala itu. Sementara, di museum Trinil kini hanya terdapat replika temuan tulang tersebut," tukasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.