Jumat, 19 Jun 2026 07:36 WIB

Kepingan Sejarah Manusia Purba di Gua Lowo Ponorogo Dibawa ke Jakarta

Kepingan sejarah manusia purba di Gua Lowo, Sampung, Ponorogo
Kepingan sejarah manusia purba di Gua Lowo, Sampung, Ponorogo

jatimnow.com - Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengakhiri penelitiannya di Gua Lowo, Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Kamis (17/10/2019). Semua hasil penelitian akan dibawa ke Yogyakarta berlanjut ke Jakarta.

"Ada ribuan tulang binatang yang dikonsumsi oleh manusia purba, ada alat dari tulang hewan untuk dijadikan sendok atau spatula, ada lancipan, ada sudip, banyak sekali," terang Koordinator Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Djatmiko saat dihubungi jatimnow.com.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Djatmiko menyebut, dari 16 hari penelitian muncul istilah Sampung Bone Culture atau Sampung Bone Industry. Istilah itu muncul setelah penemuan artefak dari tulang dan batu yang diduga digunakan manusia purba dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca juga:  

"Kami menyebutnya Sampung Bone Culture atau Sampung Bone Industry. Karena banyak temuan di Gua Lowo. Makanya muncul juga Eponim Sampungian, karena budaya alat tersebut tidak ada duanya di Indonesia," bebernya.

Tim Arkeolog saat melakukan penelitian di Gua Lowo, Sampung, PonorogoTim Arkeolog saat melakukan penelitian di Gua Lowo, Sampung, Ponorogo

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Akan tetapi, Djatmiko berharap penelitian ini terus berjalan, meski pelaksanaannya multiyear, minimal 5 tahun ke depan. Hal itu dilakukan untuk mengungkap kepingan sejarah yang ada di Gua Lowo tersebut.

"Harus tetap diselesaikan. Ya walaupun multi year. Lima tahun ke depan harus bisa mengungkap sejarah Gua Lowo," tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini hasil penelitian dibawa ke Badan Arkeologi Yogyakarta. Setelahnya akan dibawa ke Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Jakarta.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Penelitian ini membutuhkan perawatan ekstra, terutama artefak yang ditemukan dari dalam tanah kemudian dibawa keluar kena angin, panas itu bisa rapuh. Jadi harus hati-hati sekali," papar Djatmiko.

Meski dibawa ke Jakarta untuk diteliti dan diamankan, nantinya jika Ponorogo sudah memiliki museum sejarah dan laboratorium sendiri, seluruh hasil penelitian di Gua Lowo Sampung, bakal dikembalikan lagi ke Bumi Reog.

"Karena hasil penelitian itu bisa jadi ikon Ponorogo selain reog. Bahwa ada industri tulang di sini sebagai cikal bakal kehidupan modern saat ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.