Mayat Bayi dalam Kardus di Magetan, Pelaku Diselidiki hingga Madiun
- Penulis : Mita Kusuma
- | Senin, 14 Okt 2019 14:32 WIB
jatimnow.com - Penemuan mayat bayi dalam kardus di depan SMPN 1 Takeran, Jalan Raya Takeran, Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, terus diselidiki. Polres Magetan mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menguak penyebab kematian bayi itu.
"Kami meminta tolong Tim Labfor (Polri) Cabang Kediri untuk melakukan autopsi di Magetan," jelas Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Rifai, Senin (14/10/2019).
Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo
Mayat bayi dengan tali pusar masih menempel itu saat ini berada di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman Magetan. Bayi laki-laki itu dibungkus selimut dan dimasukkan ke dalam kardus bekas mie instan.
Baca juga: Mayat Bayi dalam Kardus Gegerkan Warga Takeran, Magetan
"Dugaan sementara, bayi itu baru saja dilahirkan karena tali pusarnya masih menempel," papar Alumnus AKPOL 1999 ini.
Baca Juga: Warga Tulungagung Temukan Bayi Dalam Kardus, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Namun, Rifai belum bisa memastikan penyebab meninggalnya bayi tersebut. Untuk itu, Polres Magetan mendatangkam Tim Labfor untuk melakukan autopsi dan identifikasi lanjutan.
"Lokasi pembuangan bayi itu ada di perbatasan Magetan dan Madiun. Untuk itu kami juga bekerjasama dengan Polres Madiun untuk menyelidiki orang yang telah membuang bayi tersebut," terangnya.
Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara
Selain itu, Tim Satreskrim Polres Magetan juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk mendatangi sejumlah bidan bersalin dan rumah sakit di Magetan maupun Madiun.
Mayat bayi itu ditemukan warga yang sedang melintas sekitar pukul 06.00 Wib. Setelah mendapat laporan, polisi mendatangi TKP dan mendapati tali pusar bayi itu masih belum terpotong dan dibungkus dengan kain warna kuning bergambar buah cerry.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-20382-mayat-bayi-dalam-kardus-di-magetan-pelaku-diselidiki-hingga-madiun