Rabu, 17 Jun 2026 08:11 WIB

Marah-marah, Wali Kota Risma Tawari Pengedar Telan Pil Koplo

  • Penulis :
  • | Senin, 23 Apr 2018 20:19 WIB
Risma memarahi para tersangka
Risma memarahi para tersangka

Baca Juga: Pengedar Pil Koplo di Probolinggo Diringkus, Ribuan Butir Diamankan

jatimnow.com - Usai melihat 4,8 juta butir pil koplo yang disita Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya, saat dirillis Senin (23/4/2018) petang, wajah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nyaris tanpa senyum.
 
Saat memelototi bungkusan berisi pil koplo, Risma terus menggelengkan kepala. Sesekali dirinya menatap tajam ke arah 6 pengedar yang saat itu juga dihadirkan. 
 
Ia kesal dengan para pengedar ini. Saking kesalnya, ia menawari para pengedar tersebut untuk menelan sendiri pil koplo yang mereka edarkan untuk anak-anak ini. Ia kesal akibat dari yang ditimbulkan pil koplo tersebut.
 
 
"Ini seperti perang senjata kimia. Pil koplo ini membunuh anak-anak pelan-pelan. Saya sudah tahu, mereka menyasar anak-anak," kata Risma di dampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Kepala BNNP Jatim, Kepala BBNK Surabaya dan Kepala BBPOM di Surabaya. 
 
Setelah menanggalkan mic yang dipegangnya. Risma kemudian membalikan badan dan melihat tajam satu persatu dari enam tersangka tersebut.
 
Risma kemudian mengambil satu bungkus plastik yang berisi 1000 butir pil koplo dan berjalan mendekat kepada para pengedar. 
 
"Minum ini, tahu nggak kamu korbannya anak anak kecil semua. Tahu nggak? Kalau itu kena adikmu yok opo? Kenak anakmu gimana. He! Mau adikmu tak kasih ini, makan ini, mau?" ucap Risma dengan nada keras sambil menyodorkan pil koplo yang dipegangnya. 
 
"He, jawab. Ayo jawab. Coba ini kalau anakmu makan ini, coba lihat, coba lihat," sambung Risma sambil terus memarahi para pengedar satu persatu. 
 
"Kamu kira nggak mbunuh. Itu mbunuh pelan-pelan, tahu nggak," tegas Risma lagi. 
 
"He kamu, tahu nggak kamu mbunuh anak. Anak tergantung ini terus akhirnya mencuri, jadi copet, jadi macam macam. Aku tahu persis yang ngonsumsi ini ini anak-anak semua," kata Risma. 
 
 
Setelah memarahi para pengedar pil koplo. Risma kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya serta BNN (Badan Narkotika Nasional).
 
"Terimakasih sudah menyelamatkan masa depan anak-anak di Surabaya dan Jawa Timur," tutupnya.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.