Minggu, 14 Jun 2026 14:59 WIB

Kepentingan Masyarakat di Tengah Mitigasi Bencana

Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih usai Seminar Nasional Antisipasi dan Penanganan Bencana, Rabu (8/10/2019)
Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih usai Seminar Nasional Antisipasi dan Penanganan Bencana, Rabu (8/10/2019)

jatimnow.com - Sebuah seminar membahas Antisipasi dan Penanganan Bencana digelar di Aula Garuda Mukti lantai 5, Kantor Manajemen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional itu.

Seminar nasional itu digelar pada Rabu (8/10/2019). Seminar itu juga dihadiri sivitas akademika Unair serta perwakilan dari berbagai instansi terkait bencana yang ada di Jawa Timur.

Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Gelar Simulasi Penanganan Bencana dan Kegawatdaruratan

Dalam paparannya, Wagub Emil mengungkapkan bahwa urusan mitigasi bencana seharusnya tidak hanya melalui pendekatan unisektoral saja, tetapi juga pendekatan multikultural dan multisektoral. Artinya, seluruh stakeholder harus terlibat di dalamnya, baik sektor pemerintahan hingga perguruan tinggi.

"Seyogyanya seluruh stakeholde baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor lain, utamanya perguruan tinggi, harus jadi presser group untuk mendorong agar mitigasi bencana ini mendapat perhatian," ungkap Wagub Emil.

Ia menjelaskan, ada hambatan yang dialami oleh pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan bencana. Salah satu sebabnya yaitu kurangnya dukungan dari masyarakat. Menurutnya, dalam melakukan mitigasi bencana, masih ditemui kepentingan masyarakat setempat.

Sebagai contoh, ada isu hutan lindung yang kini ditanami kopi di wilayah Jawa Timur. Pemerintah daerah menginginkan 20 persen wilayah tersebut agar ditanami tanaman makadamia untuk mempertahankan tutupan hutan lindung dan mencegah bencana longsor. Namun, penduduk setempat menolaknya.

Baca Juga: Alumnus ITS Jadi Profesor di Inggris, Gunakan Digital Twins Selamatkan Nyawa

"Kita berniat untuk menanam tanaman makadamia sebanyak 20 persen di wilayah itu untuk mencegah longsor. Tapi ditolak masyarakat di sana alasanya merugikan mereka," ungkap Wagub Emil.

"Di situ kita butuh sosial analisis untuk menjelaskan kepada masyarakat dengan baik tentang upaya mitigasi bencana ini," tambahnya.

Di Jawa Timur, menurut Wagub Emil, sudah dijalankan beberapa program untuk mitigasi bencana. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah Kampung Siaga Bencana (KSB). Tujuannya, untuk mempersiapkan masyarakat bila terjadi bencana.

Baca Juga: Potensi Bencana Alam Trenggalek, Pemerintah Pasang EWS dan CCTV

Ia berharap, seminar ini akan berdampak nyata terhadap pengurangan dampak dari bencana dan menjaga kemaslahatan masyarakat.

"Semoga apa yang dibahas di seminar, akan memiliki dampak nyata pada penurunan jumlah risiko bencana yang timbul," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.