Minggu, 14 Jun 2026 16:19 WIB

Beredar Kabar Siswa SMA/SMK Demo 30 September, Ini Instruksi Khofifah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait kabar demo siswa SMA/SMK menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait kabar demo siswa SMA/SMK menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK

jatimnow.com - Beredar informasi aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK oleh para pelajar SMA dan SMK se Jawa Timur, Senin (30/9/2019). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait kabar tersebut.

Gubernur Khofifah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK, untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar pada Senin (30/9/2019). Instruksi itu dikeluarkan setelah ia mendapatkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) No. 19 tahun 2019.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Surat edaran tertanggal 27 September 2019 itu berisi tentang aktivitas belajar mengajar di sekolah Senin (30/9/2019). Dalam surat edaran tersebut semua sekolah diminta untuk tetap aktif melakukan kegiatan belajar mengajar dan melarang sekolah untuk meliburkan anak didiknya.

"Jadi berdasarkan surat edaran tersebut, maka saya instruksikan kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK untuk tidak meliburkan siswanya dan tetap beraktivitas sebagaimana biasanya," jelas Gubernur Khofifah, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Menurut Gubernur Khofifah, surat edaran itu mempunyai dasar Undang-undang Perlindungan Anak dan Permendikbud. Dalam surat tersebut ditekankan bahwa anak harus mendapat perlingdungann baik di sekolah maupun di luar sekolah.

"Anak juga harus terhindar dari kemungkinan terdampak kekerasan atau potensi terjadinya kekerasan. Untuk itu mereka harus tetap belajar di sekolah dan tidak ada libur," tegasnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Selain itu, pihak sekolah juga harus melaporkan jumlah siswa yang tidak masuk sekolah. Mereka juga diwajibkan untuk melakukan konfirmasi dengan keluarga, jika siswa tidak masuk. Hal itu untuk menghindari keterlibatan siswa dalam aksi unjuk rasa.

"Harus ada alasan kenapa siswa tersebut tidak masuk dan pihak sekolah harus mengetahui alasan tersebut," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.