Senin, 15 Jun 2026 22:43 WIB

Catat! Tantangan dan Keuntungan Calon Perempuan Penerus Risma

Surokim Abdussalam
Surokim Abdussalam

jatimnow.com - Calon perempuan di Pilwali Surabaya 2020 dinilai memiliki peluang besar. Mereka terimbas keberhasilan Tri Rismaharini selama hampir dua periode memimpin Kota Surabaya.

"Calon perempuan mendapat penguatan dari prestasi Risma sebagai kepala daerah dengan tingkat kepuasan kinerja di atas rata-rata otomatis ikut mengatrol dan mengikis anggapan bahwa perempuan pelengkap, buktinya Risma bisa hebat," kata Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam kepada jatimnow.com, Rabu (18/9/2010).

Baca Juga: May Day 2026, PDIP Surabaya Bagikan MBG Pada Ojol Perempuan

Kedua, kata Surokim, magnitude perempuan biasanya lebih kuat dari sisi daya tarik karena faktor keindahan dan keteguhan serta pengabdiannya.

"Ketiga, dalam struktur demografis pemilih memang perempuan lebih banyak jumlahnya, saya pikir itu akan jadi nilai plus perempuan dalam politik kekinian," tandas Surokim.

"Tinggal bagaimana mereka memoles citra agar mampu menjawab hope kekinian dari pemilih kota yamgg kian rasional. Mereka harus punya faktor x tambahan yang kuat dan menjadi ciri pembeda," tambahnya.

Salah satunya, kata Surokim, semangat totalitas dan kerja keras. Biasanya itu cukup sulit bisa dipenuhi perempuan dalam jabatan publik karena dobel peran domestik.

Baca Juga: PDIP Tunjuk Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua DPRD Surabaya

"Tetapi itu tantangan yg sesungguhnya bagi kandidat perempuan. Risma mampu menunjukkan karakter kerja keras itu dan cocok serta diapresiasi oleh pemilih warga Kota Surabaya.

Dari sejumlah nama calon perempuan yang meramaikan bursa, antara lain politisi PDIP Dyah Katarina, host televisi swasta Agnes Santoso, pengurus Muslimat Jatim Dwi Astuti serta politisi Partai Demokrat Herlina Harsono Njoto dan nama-nama yang lainnya.

"Dari karakter moral saya pikir semua kandidat sejauh ini melalui rekam media cukup positif dan bisa jadi bekal bagus untuk semua kandidat baik Bu Dyah,  Mbak Dwi, Mbak Reni, Mbak herlina dan Mbak Agnes semua positif," tegas Surokim.

Baca Juga: Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Menurut saya, selain karakter moral dan karakter kerja, saya pikir Surabaya butuh kemampuan daya jelajah masa depan daya jangkau ke depan visioning terkait Surabaya mau dijadikan seperti apa. Ini yang belum banyak dilakukan mereka para calon perempuan," tambahnya.,

"Jika ingin jadi superwoman Surabaya benchmark-nya cukup gampang , sama atau bisa lampaui ekspektasi prestasi Bu Risma. Itu tantangan terberatnya.Segera komunikasikan mau dijadikan apa Surabaya pasca Bu Risma, itu tantantan mereka utk komunikasi publik saat ini," jelasnya lagi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.