Senin, 15 Jun 2026 22:21 WIB

Warga Blitar Protes Cairan Gelap di Sungai Diduga Limbah Pabrik Gula

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 16 Sep 2019 14:40 WIB
Postingan salah satu warga memprotes cairan berwarna gelap dan pekat di Blitar
Postingan salah satu warga memprotes cairan berwarna gelap dan pekat di Blitar

jatimnow.com - Warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar memprotes munculnya cairan berwarna gelap dan pekat di sungai yang diduga keluar dari saluran pabrik PT Rejoso Manis Indo (RMI). Protes warga itu dilakukan melalui postingan di media sosial Facebook.

Dalam utas yang diunggah Akun Pramony Yelz di Grup Facebook Ajang Sapa Sedulur ICB itu menunjukan cairan yang keluar dari saluran pembuangan pabrik PT RMI. Cairan tersebut terlihat berwarna cokelat dan mengalir sembarangan ke luar.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Nyetrum iwak dihukum ngubat yo dihukum..kali di grujuk limbahe pabrik iwak do mati kok dijarne ae yo. Lokasi _ rejoso binangun. Kaliku gk bening maneh (Menyetrum ikan dihukum, meracun ikan juga dihukum. Sungai disiram limbahnya pabrik gula, ikan mati kok dibiarkan saja ya. Lokasi _ rejoso binangun. Sungaiku tak bening lagi)," bunyi caption Pramony Yelz yang diunggah pada Minggu (15/9/2019).

Postingan itu lantas mendapatkan beragam komentar warganet. Informasi yang beredar, warga juga menemukan ada ikan yang mati akibat cairan yang diduga limbah tersebut.

Menanggapi postingan tersebut, PT RMI langsung memberikan klarifikasi. Deputi Proyek Manager PT RMI Putut Hendaruji membantah cairan yang keluar itu adalah limbah pabrik.

Deputi Proyek Manager PT RMI, Putut HendarujiDeputi Proyek Manager PT RMI, Putut Hendaruji

"Akan tetapi sebenarnya itu tidak sesuai dengan riil yang ada. Bahwa limbah yang ada di RMI kami lakukan pengolahan dan bukan kami melakukan pembiaran. Karena pada saat ini pabrik sedang tahap komisioning (percobaan), semua mesin dengan material yang ada," kata Putut, Senin (16/9/2019).

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Ia menjelaskan, dalam pabrik gula tersebut terdapat ribuan mesin yang sedang diuji coba. Putut menyebut, cairan yang keluar pabrik adalah bekas cucian tebu yang telah bercampur debu.

"Tidak (ada kebocoran). Ada jalur air hujan atau air bersih jalan, mungkin ada debu dan segala macem itu kemudian disebut limbah. Sebenarnya limbah ini sendiri sudah ada jalurnya ke pengolahan. Pengolahan ini namanya IPAL (Intalasi Pengolahan Air Limbah) atau WWTP (Waste Water Treatment Plan)," ungkapnya.

"Saya (PT RMI), ada sekitar lima ratus pompa. Ada ratusan join (sambungan) pipa. Kan mustahil kalau itu tidak ada yang bocor. Tapi semua mengalir ke pengolahan limbah," imbuhnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Putut mengakui, pascapostingan tersebut, akan ada kunjungan dari praktisi Universitas Brawijaya yang berencana meneliti kandungan air tersebut. Sementara informasi yang berkembang di masyarakat sekitar, cairan tersebut menyebabkan ikan mati.

"Entah besok atau lusa, hasil riset itu nanti bisa menjadi gambaran yang gamblang, yang jelas tentang lingkungan. Kami sudah mendatangi lokasi itu (saluran pembuangan yang diprotes warga). Dan itu buangan daripada saluran-saluran pembersih jalan. Kami baru tahu ada ikan mati dari medsos itu. Posisinya jauh dari kami," pungkasnya.

Hingga pukul 13.12 Wib, Senin (16/9/2019), postingan protes tersebut ditanggapi 1700 warganet, dengan 371 komentar dan dibagikan 141 kali.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.