Kamis, 18 Jun 2026 17:52 WIB

Putri Buruh Tani asal Pamekasan Madura Raih Doktor di ITS dengan IPK 4

Lailatul Qomariyah meraih IPK 4 meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Kimia ITS
Lailatul Qomariyah meraih IPK 4 meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Kimia ITS

jatimnow.com - Semangat Lailatul Qomariyah untuk meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tercapai. Perempuan 27 tahun asal Pamekasan, Madura ini diwisuda pada Minggu (15/9/2019).

Berasal dari latar belakang ekonomi keluarga yang sederhana, tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu lebih tinggi.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Di sela-sela studinya, gadis yang biasa disapa Laila ini juga mencari tambahan penghasilan melalui profesi guru les privat.

Meskipun ia telah memperoleh beasiswa untuk membantu biaya kuliahnya. Berhubung alat transportasi yang dimiliki Laila hanya berupa sepeda ontel, ia pun hanya mengajar murid tingkat SMP dan SMA di sekitar wilayah kampus ITS.

Anak sulung dari pasangan Saningrat (43), dan Rusmiati (40), mengaku bahwa dirinya ingin mengubah nasib keluarganya.

Meski pendapatan Saningrat sebagai pengayuh becak dan Rusmiati sebagai buruh tani yang tergolong di bawah rata-rata, tidak cukup untuk membiayai sekolah Laila.

Nyatanya, alumnus S-1 Teknik Kimia ITS ini tetap sanggup menyelesaikan studi doktoral (S-3) tanpa bergantung kepada kedua orang tuanya.

Laila merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi yang masuk ITS melalui jalur prestasi. Selanjutnya ia meneruskan pendidikannya dengan beasiswa dari program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Yakni beasiswa program percepatan pendidikan yang diberikan kepada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Doktor dengan masa pendidikan selama empat tahun. Dalam memberikan les privat, mata pelajaran yang diajarkan Laila kepada muridnya pun variatif.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Berkat wawasan akademiknya yang luas, perempuan yang juga mengambil Magister di ITS ini sanggup mengajar matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris, dan pelajaran umum lainnya.

Tercatat sejak awal menginjak bangku kuliah di program sarjana, Laila telah melakoni rutinitas ini demi tercukupinya kebutuhan sehari-hari gadis ini. Gadis kelahiran Pamekasan, 16 Agustus 1992 ini mengikuti prinsip yang diajarkan dalam kitab Alquran.

"Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha dari kaum tersebut," katanya mengutip isi salah satu ayat ayat suci Umat Islam tersebut.

Selain itu, orang tua dan guru sekolah Laila juga rutin memberikan pesan bahwa pendidikan dan pekerjaan yang dijalaninya harus jauh lebih tinggi dibanding yang didapatkan kedua orang tuanya.

Buah kerja keras yang dilakoni Laila tidak dapat dipandang sebelah mata. Tercatat, melalui topik disertasinya, ia berhasil menyelesaikan program doktoral dengan IPK 4.0. Sebuah prestasi tersendiri bagi mahasiswi yang rutin meneliti ini.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Di samping itu, agar seluruh aktivitasnya yang padat dapat terlakoni semua, ia harus tahan tidur hanya empat jam dalam sehari.

Laila mengaku bahwa dirinya sangat ingin untuk terus berkontribusi bagi ITS selepas kelulusannya. Dirinya merasa berat meninggalkan ITS dan dosen-dosen dan karyawannya yang telah membantu Laila mewujudkan impian.

Tidak sedikit pula dosen yang meminta kepada Laila agar tetap bertahan melanjutkan penelitian atau mengajar di ITS.

"Aku sudah menemukan semacam chemistry (kecocokan, red) di ITS, jadi meskipun banyak tawaran dari luar, saya tetap sangat ingin melanjutkan pengabdian saya di kampus perjuangan ini," ujar Laila penuh antusias membicarakan peluangnya untuk bekerja di ITS.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.