Sabtu, 20 Jun 2026 23:35 WIB

Anak Pembacok Ibu di Blitar Dikenal Bengis dan Pernah Masuk Penjara

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 15 Sep 2019 14:02 WIB
Heri Susanto bersama gergaji tangan yang dipakainya membacok ibu kandungnya, diamankan di Mapolsek Ponggok
Heri Susanto bersama gergaji tangan yang dipakainya membacok ibu kandungnya, diamankan di Mapolsek Ponggok

jatimnow.com - Penyidik Unit Reskrim Polsek Ponggok terus mendalami motif Heri Susanto (30) membacok Sai'in (50), ibu kandungnya sendiri dengan gergaji tangan. Di tengah penyidikan, polisi mendapati sejumlah fakta terkait Heri.

"Tersangka sudah dua kali ini masuk penjara. Namun untuk residivis apa, kita masih melakukan pengecekan," kata Kapolsek Ponggok, Iptu Sony Suhartanto, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Namun, berdasarkan informasi yang masuk ke Polsek Ponggok, lanjut Sony, tersangka juga sering mengonsumsi pil koplo. Sehingga tak sekali dua kali warga melihat Heri berjalan sempoyongan dan bertutur ngelantur.

"Motifnya sedang kami dalami. Tersangka juga terkenal selalu bikin resah warga. Bahkan dia pernah menodongkan sajam pas ada warga yang mau salat," tutur Sony.

Sementara itu, satu tokoh masyarakat di Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Sugeng Wahono membenarkan bahwa Heri sering berbuat onar. Banyak warga yang sering ditodong senjata tajam.

Sugeng juga menyebut bila Heri pernah mengalungkan gergaji tangan kepada salah satu warga yang hendak Salat Subuh. Anak durhaka tersebut, juga pernah mencoreti dinding musala dekat rumahnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Warga banyak yang resah. Dulu pas coret musala itu sudah membuat surat pernyataan ditandatangani, tapi kemudian diulangi lagi. Warga juga sudah geram mas," tegas Sugeng.

Menurut Sugeng, dalam surat pernyataan yang dibuat Heri dengan warga, tercatat konsekuensi bila Heri kembali berulah, Heri akan dihakimi warga.

"Kesepakatannya memang begitu dan ditandatangani. Namun ternyata sekarang sudah ditangani pak polisi," ujar Sugeng.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Ulah bengis Heri itu semakin terang ketika ia menantang polisi saat rumahnya disergap, pascapembacokan yang dilakukannya. Ia bahkan melukai Kapolsek Ponggok, Iptu Sony Suhartanto dan menodongkan gergaji tangan saat hendak ditangkap, Sabtu (14/9/2019). Namun Heri akhirnya berhasil diborgol.

Setelah digelandang dari rumah di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Heri yang saat itu dibawa menggunakan mobil polisi, berhasil memutuskan borgol yang mengikatnya dan berhasil kabur. Tapi warga mengepungnya sehingga ia kembali ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Ponggok.

Akibat perbuatannya, Sai'in, sang ibu, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar. Ia mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.