Sabtu, 13 Jun 2026 10:39 WIB

Video RSUD Blambangan Sangkal 7 Pasien Tewas akibat Miras Beredar

  • Penulis :
  • | Sabtu, 21 Apr 2018 18:26 WIB
RSUD Blambangan Banyuwangi
RSUD Blambangan Banyuwangi

jatimnow.com - Video klarifikasi dari para dokter di RSUD Blambangan, perihal pemberitaan 7 hingga 8 orang tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di Banyuwangi, beredar di YouTube.

Dalam video itu, sejumlah dokter menepis kabar yang terlanjur beredar karena dilansir sejumlah media.

Baca Juga: Mas Dhito Perintahkan Satpol PP Patroli Miras Hingga ke Sekolah-sekolah

Salah satu dokter dalam video tersebut adalah Kepala Bidang Pelayanan RSUD Blambangan, dr Siti Asiah. Menurutnya memang ada 10 pasien yang dirawat di RSUD Blambangan dengan gejala keracunan. 7 pasien diantaranya meninggal dunia dalam perawatan.

Rentang antara pasien keracunan hingga meninggal dunia cukup lama. Disisi lain, pihak RSUD Blambangan belum memiliki sarana laboratorium untuk melakukan pemeriksaan melalui darah pasien. Dengan tujuan memastikan penyebab korban keracunan miras atau ada penyebab lainnya.

Baca juga: Polisi Pastikan Korban Tewas karena Miras di Banyuwangi 1 Orang

"Kalau keracunan kurang dari 4 jam, kita bisa melihat melalui lambungnya, cairannya bisa dicek. Kalau sudah lebih dari 4 jam itu melalui darah, laborat kita tidak ada alat pemeriksaan melalui darah itu. Belum ada sarananya," jelasnya.

Sementara dr Purwanto, dokter di Puskesmas Paspan Kecamatan Glagah, juga menepis isu terkait pasien tewas akibat keracunan miras. dr Purwanto ini yang menangani pertama pasien atas nama Sugiantono (40), warga Kelurahan Bakungan.

Baca Juga: Miras yang Tewaskan 3 Penonton Sound Horeg di Kediri Dioplos Alkohol 96 Persen

"Kita datang ke sana kita tidak lakukan visum karena tidak ada surat permintaan visum. Hanya sebagai saksi saja," tambahnya.

Baca juga: Disebut 8 Orang Tewas karena Miras di Banyuwangi, Polisi: Hoax

Dia menambahkan, saat itu pihaknya tetap melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Dimana pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dari kepala hingga ujung kaki.

"Tidak ada luka lebam, memar, mulut tidak berbusa. Hanya ada luka beret di pundak sepanjang 4 centi yang sudah mengering," ungkapnya.

Baca Juga: Korban Pesta Miras di Kediri Bertambah, Giska Susul Imei Bela

Dia berharap, klarifikasi ini bisa meluruskan informasi dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Budi S

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.