Minggu, 14 Jun 2026 18:18 WIB

Gempa 4,8 SR Guncang Jember Tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi jatimnow
Ilustrasi jatimnow

jatimnow.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (11/9/2019) dini hari pukul 00.12 Wib. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi itu berkekuatan 4,8 SR dan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,34 LS dan 113,40 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km barat daya kota Jember pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang Musripan saat dihubungi dari Kabupaten Jember.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, lanjut dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng IndoAustralia dan Eurasia.

"Getaran gempa bumi itu dilaporkan telah dirasakan di daerah Blitar, Trenggalek, Malang, Lumajang, Banyuwangi dalam skala intensitas II - III MMI," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya juga belum mendapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi 4,8 SR yang mengguncang Kabupaten Jember tersebut.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Hingga pukul 00.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), sehingga masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Musripan mengimbau masyarakat yang mendapat informasi gempa dari sumber resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Sementara salah seorang warga di Kecamatan Kaliwates Agung merasakan adanya getaran gempa tersebut karena saat itu masih menonton televisi dan belum tidur.

"Getarannya terasa, namun tidak terlalu keras. Saya juga tidak membangunkan istri dan anak saya karena getaran gempanya tidak lama dan tidak kuat seperti gempa yang mengguncang Bali beberapa waktu lalu yang terasa sangat keras mengguncang Jember," ujarnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.