Jumat, 19 Jun 2026 10:59 WIB

Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng, Jejak Kiai Semar di Ponorogo

Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng, jejak Kiai Semar di Ponorogo
Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng, jejak Kiai Semar di Ponorogo

jatimnow.com - Aroma dupa begitu menyengat saat memasuki gapura sebuah petilasan di tengah persawahan empat desa di Ponorogo. Tempat yang dikeramatkan oleh warga setempat itu bernama Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng.

Empat desa yang mengitari petilasan itu adalah Desa Gandukepuh dan Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo serta Desa Paju dan Desa Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo Kota.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat, Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng ini merupakan jujukan banyak orang yang memiliki masalah hingga pengharapan. Meski kental dengan aroma magis, petilasan ini ternyata menarik untuk disinggahi.

Petilasan ini dikelilingi pohon rindang dengan suasana asri nan sejuk. Di bagian gerbang depan terdapat dua patung semar bercat hitam yang siap menyambut kedatangan pengunjung. Saat masuk ke dalam, pengunjung bisa menjumpai jalan selebar satu meter dengan panjang 15 meter menuju petilasan.

Tempat pertapaan di Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Irang PonorogoTempat pertapaan di Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Irang Ponorogo

Di tengah-tengah petilasan, terdapat gazebo berbentuk lingkaran serta sebuah tabung yang diyakini sebagai bekas tempat tumbuhnya pohon klampis.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kalau yang tengah itu pohon klampis ireng. Pohonnya besar sampai menjulang tinggi," kata sesepuh lokasi setempat, Syamsi (84), Senin (8/9/2019).

Syamsi menambahkan, pengunjung yang datang ke petilasan ini, tidak hanya dari Kota Reog. Mereka berasal dari luar kota Ponorogo bahkan luar Pulau Jawa. Rata-rata, mereka datang untuk bertapa.

"Berbagai masalah, ada yang punya hutang dan lain-lain. Mereka biasanya bertapa berhari-hari, tapi kami tidak tahu apa ritualnya," ungkap Syamsi.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Selain itu, sejumlah pejabat juga banyak yang datang ke Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng, dengan maksud agar bisa naik jabatan maupun pangkat.

Menurut Syamsi, pembangunan pagar dan paving jalan di Petilasan Eyang Ismoyo Klampis Ireng itu dibangun di era Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Sementara itu, Praktisi Kebudayaan Ki Purbo Sasongko menambahkan, Patung Semar yang diletakkan di depan petilasan, merupakan simbol keberadaan Kiai Semar di lokasi tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.