Senin, 15 Jun 2026 11:48 WIB

Penusukan Koordinator Parkir di Madiun hingga Tewas, 3 Orang Ditangkap

Cahyono, pelaku utama (kursi roda) bersama dua pelaku yang membantunya diamankan di Mapolres Madiun Kota
Cahyono, pelaku utama (kursi roda) bersama dua pelaku yang membantunya diamankan di Mapolres Madiun Kota

jatimnow.com - Pelaku penusukan Heru Susanto, koordinator juru parkir di Kota Madiun hingga tewas, terkuak. Tim Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap tiga orang.

"Ada tiga pelaku yang kami amankan. Satu eksekutor, dua lainnya turut membantu," kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Ketiga pelaku itu adalah Heru Cahyono (39) warga Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun yang berperan sebagai eksekutor. Dan dua lainnya diketahui bernama Irwan (35) dan Ateng (34), keduanya warga Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Nasrun menambahkan, peristiwa itu bermula saat korban dan pelaku Cahyono sama-sama dipenjara di Lapas Madiun. Keduanya ditahan dalam satu sel. Korban terjerat kasus penganiayaan, sementara pelaku akibat kasus penjambretan.

Baca juga:  Koordinator Parkir di Madiun Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal

Saat ditahan sekitar tahun 2017 itulah, keduanya terlibat cek-cok. Hasil pemeriksaan sementara, pelaku Cahyono sakit hati dengan ucapan korban.

"Korban kemudian bebas lebih dahulu. Sedangkan pelaku baru keluar dari Lapas Agustus 2019 ini," ungkap Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu bersama forkompimda merilis kasus kasus penusukanKapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu bersama forkompimda merilis kasus kasus penusukan

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Saat bebas, pelaku langsung mencari keberadaan korban, termasuk mengamati kebiasaan korban setiap harinya. Setelah hafal, pelaku Cahyono mengajak dua pelaku lainnya untuk ke rumah korban. Dengan membawa pisau, pelaku Cahyono menusuk korban hingga korban tewas setelah dirawat di rumah sakit.

Dalam aksinya, pelaku Cahyono dibonceng pelaku Irwan. Sedangkan pelaku Ateng bertugas mengamati situasi apakah aman atau tidak, saat pelaku Cahyono melakukan aksinya.

"Pelaku utama dan korban sempat cek cok sebentar lalu pelaku menusukkan pisau ke tubuh korban," ungkapnya.

Menurut Nasrun, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Griya Husada Kota Madiun. Namun nyawanya tidak tertolong karena diduga kehabisan darah. Setelah mendengar korban tewas, pelaku Cahyono dan Ateng kabur, sedangkan pelaku Irwan menyerahkan diri.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Setelah mengamankan Irwan, Tim Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap pelaku Ateng di rumahnya. Sedangkan pelaku Cahyono ditangkap di perbatasan Kota Madiun-Kabupaten Madiun. Cahyono terpaksa ditembak kakinya lantaran sempat melawan.

"Terpaksa kami lakukan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki pelaku utama (Cahyono), karena membahayakan petugas," tuturnya.

Pelaku Cahyono dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan jiwa orang lain dan Pasal 351 tentang penganiayaan menyebabkan kematian. Cahyono terancam hukuman seumur hidup atau 20 tahun.

Korban ditusuk oleh pelaku Cahyono pada Minggu (1/9/2019) sore. Setelah dilarikan ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia diduga akibat kehabisan darah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.