Rabu, 17 Jun 2026 21:08 WIB

Guru dan Murid di Blitar Serempak Kenakan Ikat Kepala 'I Love Papua'

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 02 Sep 2019 14:51 WIB
Murid SD di Kabupaten Blitar tampak memakai ikat kepala 'I Love Papua' saat mengikuti kegiatan belajar mengajar
Murid SD di Kabupaten Blitar tampak memakai ikat kepala 'I Love Papua' saat mengikuti kegiatan belajar mengajar

jatimnow.com - Ada pemandangan berbeda dari para guru dan murid mulai dari PAUD hingga SD di Kabupaten Blitar. Mereka serempak menggunakan ikat kepala bertuliskan 'I Love Papua', Senin (2/9/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk kecintaan masyarakat Jawa kepada Papua serta sebagai dukungan agar kerusuhan di Papua tidak terulang. Kebijakan itu akan diterapkan selama sepekan ke depan.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Ya, kita tahu kalau Papua sekarang sedang ada gangguan. Tapi yang pasti sebagaimana yang viral kalau kita ini rasis. Untuk itu ingin kita tunjukkan bahwa masyarakat Jawa ini cinta Papua," kata Budi, Senin (2/9/2019).

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan dengan nomor 870/6234/409.101.1/2019. Dalam surat itu Pemkab Blitar meminta setiap sekolah untuk menggunakan ikat kepala berlogo I Love Papua.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Kata Budi, kebijakan menggunakan logo ini akan berlangsung hingga Jumat (6/9/2019). Selain untuk memerangi tindakan rasis, hal ini dilakukan untuk menanamkan kepada para siswa untuk selalu mencintai NKRI.

"Karena biar bagaimanapun, Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Kami juga ingin menunjukan kepada dunia jika Kabupaten Blitar ini juga terdiri dari berbagai suku dan ras yang ada di Indonesiam" jelas Budi.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menambahkan, kegiatan tersebut hanya ada di Kabupaten Blitar. Kebijakan tersebut merupakan kebijakan pemerintah daerah bukan petunjuk maupun perintah dari pemerintah pusat.

"Hanya di (Kabupaten) Blitar saja. Dan merupakan petunjuk Bupati yang kemudian harus segera kita tindaklanjuti," tutup Budi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.