Kamis, 18 Jun 2026 02:21 WIB

Mengenal Rowo Bayu, Telaga yang Dikaitkan Cerita 'KKN di Desa Penari'

Telaga Rowo Bayu yang terletak di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi (foto: Irul Hamdani/jatimnow.com)
Telaga Rowo Bayu yang terletak di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi (foto: Irul Hamdani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rowo Bayu, perlahan mulai terjamah banyak manusia seiring hasrat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memajukan sektor pariwisatanya. Dalam sepekan terakhir, namanya dikait-kaitkan dengan cerita mistis hingga viral di jagad maya.

Di media sosial, Rowo Bayu dikaitkan dengan cerita #kkndidesapenari yang bertahan di trending topik Twitter Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan tagar itu menjadi paling trending hingga pukul 16.32 Wib, Jumat (30/8/2019).

Baca Juga: Pameran Arsip Banyuwangi Tempo Dulu dalam Hari Kearsipan Nasional di Bumi Blambangan

Di area telaga seluas lapangan bola, di kawasan KRPH Perhutani Banyuwangi Barat atau di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, tersimpan kepingan misteri sejarah Kerajaan Blambangan-sebuah Kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa.

Konon, pada masa Prabu Tawang Alun memerintah Kerajaan Blambangan. Rowo Bayu menjadi tempat favoritnya untuk bermeditasi. Lokasi meditasi sang raja berada di pojok kanan sebelah utara telaga.

Di sana telah berdiri bangunan mirip candi bercorak Bali. Di dalam bangunan bersemayam batu besar yang tercetak bekas kaki sang Prabu Tawang Alun selama meditasi.

Di sekitar bangunan meditasi ada tiga mata air yang mengalir sangat bening dan dingin, yaitu sumber Kamulyan, sumber Kaputren dan sumber Dewi Gangga. Mata air ini belum pernah berhenti mengalir meski musim kemarau panjang sekalipun. Keberadaannya sangat dihormati dan disakralkan.

"Tidak diperkenankan pengunjung untuk buang air kecil di sekitarnya. Sumber air hanya untuk kebutuhan spiritual," kata Juru Kunci Rowo Bayu, Mbah Saji.

Memang, pesona Rowo Bayu yang masih alami menciptakan atmosfir yang menenangkan. Hawa yang sejuk, gemercik air dari pancaran mata air berpadu dengan suara alam lainnya, bisa membuat semua yang datang ke sana, hanyut dalam heningnya alam.

Baca Juga: Penemuan Situs Kuno di Areal Tambang Galian C Banyuwangi

Rowo Bayu juga erat dengan nilai sejarah. Sumber sejarah menyebutkan, kawasan Rowo Bayu juga menjadi pusat kekuatan masa Kerajaan Blambangan dalam memerangi penjajah VOC Belanda.

Kini, selain sebagai destinasi wisata alam, tempat ini juga menjadi destinasi wisata spiritual. Tidak sedikit pengunjung yang datang dengan keperluan laku spritual di sekitar petilasan Prabu Tawang Alun.

Hal unik lainnya adalah rute yang mengelilingi tepian telaga yang diyakini menggambarkan watak seseorang yang melaluinya. Pedestrian ini disediakan bagi pengunjung yang ingin berjalan mengelilingi danau. Namun tidak sedikit pengunjung yang tidak menyelesaikan rute dari awal hingga akhir.

Hal itu dianggap menunjukan yang bersangkutan tidak memiliki 'nyali' untuk menuntaskan perjalanan hidupnya.

Baca Juga: Angkat Keragaman Budaya, Banyuwangi Ethno Carnival Pukau Wisatawan

"Kalau sudah berjalan, ya selesaikan perjalanannya," pesan Mbah Saji.

Terlepas dari cerita yang berkembang mengenainya, pesona alam serta atmosfir Rowo Bayu sangat nyaman sebagai tempat menenangkan diri. Entah sekedar relaksasi ataupun untuk meditasi ringan yang berguna bagi kesehatan.

Telaga ini bersembunyi di balik rimbunnya hutan di kaki Gunung Raung di sisi Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat setempat lebih sering menyebutnya Rowo Bayu. Rowo dalam bahasa Indonesia adalah rawa, sedangkan bayu berarti angin.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.