Sabtu, 20 Jun 2026 19:23 WIB

Hari Jadi Trenggalek, Jamasan Pusaka Ikuti Adat Kraton Ngayogyakarta

Prosesi jamasan di Trenggalek
Prosesi jamasan di Trenggalek

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek gelar prosesi jamasan pusaka peringati Hari Jadi ke 825.

Sejumlah pusaka milik Pemkab Trenggalek seperi Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Projo, Songsong Tungggul Nogo Panji Lambang Kabupaten dan Parasamya Purna Karya Nugraha dikeluarkan dari ruang penyimpangan untuk dibersihkan.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Prosesi jamasan ini dilakukan dengan nuansa Kraton Ngayogyakarta. Pakaian yang dikenakan oleh tamu undangan juga memiliki nuansa kraton, mulai dari ikat kepala blangkon hingga kain batik yang dikenakannya.

Hal ini sesuai dengan hasil pertemuan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pertemuan tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono X merestui Kabupaten Trenggalek, menjadi bagian dari kraton.

"Upacara ini mengikuti adat prosesi jamasan yang biasa dilakukan oleh Kraton Ngayogyakarta," ujar Mas Ipin, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Pusaka milik Pemkab ini dijamas menggunakan air yang berasal dari 14 mata air, sesuai dengan jumlah kecamatan di Trenggalek.

Sebelum ritual dimulai, Mas Ipin menyerahkan satu persatu pusaka kepada juru jamas. Ritual Jamasan ini merupakan simbol adat jawa, yang selalu melestarikan tradisi yang ada.

"Jamasan ini merupakan ritual yang sangat penting dalam prosesi Hari Jadi Trenggalek," ujarnya.

Baca Juga: ASN Pemkab Trenggalek Kompak Kenakan Baju Muslim di Hari Santri

Prosesi peringatan Hari Jadi Trenggalek ini akan dilanjutkan dengan kirab pusaka. Melalui prosesi ini diharapkan masyarakat bisa mengenal dan melestarikan tradisi yang sudah berlaku turun temurun.

"Ini merupakan adat yang diwariskan oleh para leluhur pendahulu di Trenggalek," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.