Kamis, 18 Jun 2026 16:20 WIB

Kisah Tarwiatun, Korban KM Santika Nusantara Terapung 7 Jam di Laut

Tarwiatun bersama anaknya
Tarwiatun bersama anaknya

jatimnow.com - Terbakarnya Kapal Motor (KM) Santika Nusantara di Perairan Masalembu, Sumenep, Madura pada Kamis (22/8) lalu masih terbayang oleh Tarwiatun Hasanah (34), salah satu korban.

"Saya sekeluarga masih trauma," kata Tarwiatun saat ditemui di rumahnya di Dusun Kendung II, Kelurahan Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Nelayan Hilang di Sumenep Ditemukan Selamat, Kisahnya Bikin Merinding!

Diceritakannya, dirinya saat itu ingin kembali ke tempat kerjanya di perkebunan sawit Kalimantan Timur (Kaltim) setelah mengambil cuti.

"Jadwal awal berangkat pukul 04.00 Wib, tapi kapal ternyata baru berangkat pukul 09.00 Wib," ujarnya.

Penundaan keberangkatan kapal hingga 5 jam membuat perasaannya tidak enak bagi. Ia berfirasat akan ada kejadian yang tidak mengenakkan karena keberangkatan kapal yang tertunda.

"Saya sebenarnya pengen turun karena molor," lanjutnya.

Firasat buruk akhirnya menjadi kenyataan. Sekitar pukul 21.00 Wib, ia mendengar suara gaduh saat tertidur. Banyak orang teriak kebakaran. Ia panik namun suaminya yang bernama Joko Rianto berusaha menenangkannya.

"Suami saya bilang tenang. Kalau tenang, nanti bisa kita pikirkan supaya selamat," katanya.

Keduanya kemudian memutuskan sepakat untuk turun ke lantai bawah guna mencari pelampung.

"Pelampungnya saya ikat dengan anak saya yang kecil. Terus bapaknya sama anak saya yang besar. Kami cari sekoci bersama-sama," tegasnya.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny, Tim SAR Ungkap Tantangan Terberat di Hari Keenam Pencarian

Di tengah kepanikan ini, dirinya hanya bisa berdoa. Permintaannya hanya satu, jika memang harus meninggal dunia tidak terpisah dengan suami dan dua anaknya.

Keluarga ini terombang-ambing di laut selama 7 jam sebelum menemukan sekoci yang sesak dengan penumpang lain. Sayangnya sekoci yang dinaiki juga bocor.

"Lubangnya besar sekali. Jadi ya harus menguras biar tidak tenggelam," katanya.

Kepanikan tidak berlangsung lama. Di tengah suasana mencekam itu ada kapal nelayan yang melintas.

"Semua penumpang ditolong sama nelayan di Sumenep Madura, terus dievakuasi sama orang itu ke Madura," ujarnya.

Baca Juga: Jagir Wonokromo Geger, Pria Diduga Nekat Bunuh Diri

Dia mengaku, pengalamannya itu menjadi sangat berharga. Bisa kembali ke Ngawi dengan selamat adalah mukjizat.

Peristiwa yang hampir mengakibatkan kehilangan nyawa ini membuat keluarga ini belum merelakan untuk kembali ke Kalimantan.

"Mungkin masih trauma. Kalau kami ya ingin kembali," pungkasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.