Selasa, 16 Jun 2026 05:42 WIB

Pemkot Blitar Bakal Wajibkan ASN Olahraga Minimal 30 Menit Setiap Hari

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 20 Apr 2018 13:31 WIB
Kantor Wali Kota Blitar
Kantor Wali Kota Blitar

jatimnow.com - Pemkot Blitar berencana mendeklarasikan Gerakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat yang akan dilakukan pada bulan Juli mendatang.

Gagasan ini disebut sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar dr. Dharma Setyawan mengatakan saat ini paradigma penyakit yang menyerang masyarakat sudah mulai berpindah.

Dari yang sebelumnya penyakit menular seperti typus, kini beralih pada penyakit tak menular diantaranya Stroke, dan diabetes.

"Wujud yang pertama kita akan menyurati melalui Wali Kota Blitar kepada OPD. Sebagai cerminan hidup sehat, kalau ada rapat, snacknya harus ada buahnya. Titik fokusnya ada 3 kegiatan," kata dr. Dharma, Jumat (20/4/2018).

Menurut dr. Dharma, tiga kegiatan yang akan ditekankan dalam Gerakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat itu adalah aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari, konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur tiap hari, serta rutin berobat dan konsultasi minimal enam bulan sekali.

Untuk memulai kebijakan ini, setiap ASN nantinya wajib memberi contoh kepada masyarakat untuk berpola hidup sehat meski selama ini banyak kegiatan para OPD Pemkot Blitar yang mencerminkan hidup sehat.

"Tapi kita pengennya yang masif gitu mas dari OPD. Selama ini okelah sudah jalan, tapi laporannya banyak masyarakat yang tidak tahu. Nanti makanya akan kita coba sinkronkan biar masyarakat memahami Germas ini dan bisa jadi kebiasaan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Evaluasi Pembangunan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar Asrofi Romli memastikan akan memaksimalkan Germas di kalangan OPD ini.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Bahkan, saat ini Pemkot Blitar sedang menyiapkan landasan hukumnya. Sebab, kebijakan ini rencananya akan bersifat wajib dan mengikat.

Nantinya, Germas ini akan dimaksimalkan di lingkup OPD, baru setelah itu ditularkan pada masyarakat.

Hingga saat ini, aturan hukumnya masih dalam tahap penggodokan dan akan tetap mengacu pada Inpres nomor 1 tahun 2017 yang teknisnya akan direalisasikan dalam wujud Peraturan Wali Kota.

"Termasuk sanksinya, nanti kita akan atur. Sehingga gerakan ini akan kita lakukan menjadi gerakan masif sehingga masyarakat Kota Blitar itu tahu dan sadar terang pentingnya pola hidup sehat," pungkasnya.

Baca Juga: Kacamata AI RunSight Karya Mahasiswa UI Tembus 10 Besar Inovasi Global

 

Reporter: CF Glorian

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.