Senin, 08 Jun 2026 22:16 WIB

Deteksi AIDS, Dinkes Sulit Dekati Komunitas LGBT

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 20 Apr 2018 12:48 WIB
Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar
Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar

jatimnow.com - Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar, pada triwulan pertama tahun 2018, jumlah penderita HIV-AIDS baru bertambah dua orang.

Hal ini juga beriringan dengan meninggalnya dua penderita AIDS di Kota Blitar.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Dalam mendeteksi HIV-Aids di Kota Blitar, pemerintah terus berupaya mencari keberadaan penderita melalui program jejaring pada masyarakat.

Komunitas LGBT menjadi kelompok yang paling tertutup sehingga sulit untuk didekati.

"Program kita sedang melakukan jejaring dengan mereka (LGBT) terutama yang transgender. Kita juga sudah memberdayakan kelompok dukungan sebaya atau orang-orang komunitas ODHA ( Orang Dengan HIV-Aids)." kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar Harni Setijorini Jumat (20/04/2018).

Meski tertutup, beberapa diantara komunitas LGBT secara sukarela mau memeriksakan diri ke Dinas Kesehatan. Baik itu melalui pelayan VCT yang ada di tiga Puskesmas maupun di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Harni menjelaskan, setiap warga berhak untuk mengetahui status HIV-nya. Terlebih untuk warga yang diketahui mengidap penyakit tertentu seperti ibu hamil dan penderita TBC (tuberculosis).

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Itu juga yang sedang kita proses. Jadi orang-orang yang saya sebutkan tadi, berhak untuk tahu status HIV-nya dan mau test secara sukarela. Karena Reagen sudah dipenuhi oleh pemerintah pusat. Tinggal masyarakat memanfaatkan secara gratis," terang dia.

Sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Blitar, jumlah penderita HIV-AIDS mengalami kenaikan sejak empat tahun terakhir.

Pada tahun 2014 terdapat 6 kasus, di 2015 naik menjadi 24 kasus, 2016 bertambah 27 orang, dan di tahun 2017 menjadi 29 orang. Sedangkan triwulan pertama 2018 bertambah 2 orang penderita.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Bila ditotal, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Blitar sejak tahun 2004 hingga awal 2018 mencapai 144 penderita yang didominasi oleh pria dengan jumlah 100 penderita. Dari jumlah itu 82 diantaranya masih hidup dengan rata-rata usia produktif.

"Kalau meningkat artinya kita sudah berhasil mendekati dan mendata para penderita HIV, sebelum nanti masuk ke fase AIDS. Mereka yang masih hidup terus kita monitor dan kita berikan pengobatan ARV. Karena kalau sudah terinfeksi tidak bisa sembuh tapi virusnya bisa dikendalikan sebelum parah dan masuk ke fase AIDS," ungkap Harni.

Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.