Kamis, 18 Jun 2026 01:07 WIB

Senior Aniaya Santri Mamba'ul Ulum Mojokerto, Ponpes: Kami Kecolongan

Pengurus Ponpes Mamba'ul Ulum dan kuasa hukumnya
Pengurus Ponpes Mamba'ul Ulum dan kuasa hukumnya

jatimnow.com - WN (17) pelaku penganiayaan terhadap juniornya Ari Rivaldo (16) diketahui sebagai salah satu ketua kamar Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum.

"WN adalah ketua kamar. Ketua kamar yang tugasnya adalah untuk mengawasi kebersihan kamarnya, mengatur jadwal piket kamar hanya itu mas," kata Penasehat Hukum Ponpes Mamba'ul Ulum dan WN, Agus Sholahuddin, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Baca juga: 

Ia menambahkan, WN tidak diberikan kewenangan sebagai takzir (pengurus) dalam kepengurusan Ponpes Mamba'ul Ulum yang berada di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

"Bukan takzir. Mungkin disini karena sama-sama mudanya tidak bisa saling mengontrol sehingga terjadi kejadian itu. Ketua kamar ini dipilih oleh teman-teman satu kamarnya, karena pondok mengajarkan santri memilih pemimpin walaupun itu pemimpin kamar," ujarnya.

Advokat dari LBBH Kosgoro ini meneruskan jika WN juga punya tanggung jawab mengawasi santri yang satu kamar.

"Karena korban sering keluar pesantren, dia (WN) mengingatkan. Lantas diingatkan dengan kata-kata lalu diingatkan dengan halus dan lain sebagainnya kemudian dia (Ari Rivaldo) kurang memperhatikan lalu terjadi insiden itu," bebernya.

Dengan kejadian ini, Agus mengaku ponpes kecolongan dengan kejadian yang menewaskan Ari Rivaldo (16) santri asal Desa Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

"Iya kami (ponpes) dalam hal ini kecolongan," tandasnya.

"Kami pengurus Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum meminta maaf kepada seluruh wali santri dan pondok pesantren yang berada di seluruh penjuru Indonesia," katanya.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Agus menambahkan, pondok pesantren mengaku kecolongan insiden yang terjadi karena kelalaian atau kelengahan untuk mengawasi santri.

"Kami akan meningkatkan pengawasan lebih dalam lagi kepada santri-santri kami," beber advokat dari LBBH Kosgoro ini saat konferensi pers di aula Ponpes Mamba'ul Ulum.

Masih kata Agus, pengurus pondok pesantren juga sempat diminta keterangan terkait pernyataan pertama yang mengatakan korban terjatuh dari lantai 2.

"Polres Mojokerto sempat meminta keterangan karena pihak pondok disinyalir menutupi ini. Pihak polisi datang dan meminta klarifikasi kepada Mahfudin Akbar (Gus Didin) dan Anisatul Fadillah dan semua sudah jelas dan kami tidak menutupi insiden," jelasnya.

Insiden ini berakhir dengan kekeluargaan. Bahkan semua biaya di rumah sakit dan pemakaman sudah dibiayai oleh pondok.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.