Jumat, 12 Jun 2026 07:10 WIB

Jejak Kaki Diduga Macan Tutul di Pacitan, Warga: Ada Lima Ekor

Jejak kaki yang ditemukan di Pacitan, diduga jejak kaki macan tutul
Jejak kaki yang ditemukan di Pacitan, diduga jejak kaki macan tutul

jatimnow.com - Warga Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan buka suara terkait misteri jejak kaki yang diduga jejak kaki macan tutul. Menurut warga, dalam dua pekan terakhir, melihat 5 ekor macan, yang mereka sebut macan loreng.

"Ada lima macan, yang tiga anakan. Yang dua sepertinya pasangan jantan dan betina," kata Kasie Trantib Kecamatan Tegalombo, Joko Djatmiko, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Menurut Joko, kelima macan tersebut turun dari hutan setiap hari. Lanjut dia, macan dewasa berukuran sebesar kambing. Macan itu turun ke desa pada dinihari.

Baca juga:  Jejak Kaki Misterius Diduga Macan Tutul Gegerkan Pacitan

"Kami melihatnya dinihari, sekitar pukul 03.00 sampai 04.00 Wib," terangnya.

Munculnya macan-macan itu, lanjut Joko, membuat warga Desa Gemaharjo resah. Apalagi warga di desa tersebut sering berladang ke hutan. Munculnya macan-macan itu sudah melaporkan ke pihak terkait.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Tim gabungan terus standby di desa yang diduga sering didatangi lima ekor macanTim gabungan terus standby di desa yang diduga sering didatangi lima ekor macan

"Ada jejak kaki yang ditemukan tim dari BBKSDA. Berarti kemungkinan apa yang dilihat warga benar," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nandang Prihadi menyebut, pengakuan warga itu terus ditelusuri timnya bersama Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Ponorogo, Dinas Lingkungan Hidup Pacitan dan Muspika Tegalombo, Pacitan.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

"Kami tengah melakukan survei ke lokasi yang diduga tempat munculnya macan tutul. Sementara, kami hanya menemukan jejak yang sudah lama, yang dicurigai sebagi macan," ungkap Nandang kepada jatimnow.com, Jumat (23/8/2019).

Selama penelusuran tim berlangsung, warga diimbau tetap waspada dan jika ada kemunculan macan tutul, segera melapor ke KSDA setempat. Warga juga diimbau tidak melakukan tindakan yang dapat melukai satwa tersebut. BBKSDA bersama tim gabungan juga bakal memasang kamera trap.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.