Senin, 15 Jun 2026 16:48 WIB

Empat "Teroris Laut" Asal Sumenep Ditangkap Polri

  • Penulis :
  • | Kamis, 19 Apr 2018 22:04 WIB
Tim Korpolairud Baharkam Polri saat bersandar di Ditpolair Polda Jatim.
Tim Korpolairud Baharkam Polri saat bersandar di Ditpolair Polda Jatim.

jatimnow.com- Surabaya - Kamis (19/4/2018), Mako Ditpolair Polda Jatim kedatangan sejumlah personil dari Korpolairud Baharkam Polri. Kedatangan pasukan itu bukan untuk kunjungan kerja.

Melainkan, mereka membawa 4 orang yang diduga menjadi "teroris laut". Pasalnya, keempat orang yang diamankan merupakan nelayan yang mencari ikan menggunakan bom. 

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Personil Korpolairud Baharkam Polri itu barsandar di Mako Ditpolair Polda Jatim menggunakan Kapal Polisi (KP) Enggang 4016.

Kapal itu dikomandani oleh AKP Arya Fitri Kurniawan. Sedangkan 4 'teroris' laut itu ditangkap dari KMN (kapal motor nelayan) Mutiara Lombok di sekitar perairan Pulau Gili Raja, Sumenep, Madura, pada Kamis (19/4/2018) dini hari sekitar pukul 01.30 Wib. 

"Mereka akan berlayar dari Wilayah Perairan Polda Jatim menuju Wilayah Perairan Polda Bali," sebut Arya. 

Empat "teroris laut" yang diamankan itu antara lain Juari, pria berumur 41 tahun yang merupakan nahkoda kapal. Serta tiga orang awak buah kapal bernama Deddy (31), Samsudin (70) dan Akas (62). Keempat orang nelayan ini berasal dari Sumenep.

"Yang diduga menjadi otak pembuatan bom ikan itu adalah sang nahkoda kapal," beber Arya. 

Dari KMN itu diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 unit KMN yang dibawa para pelaku, 1 ons serbuk bahan peledak, 3 botol kaca bekas minuman energy, 2 meter kabel, 2 set trafo, 1 unit genset dan 10 Kg ikan pethek hasil ledakan satu kali bom ikan. 

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Semua barang bukti dan pelaku kami serahkan ke Ditpolair Polda Jatim. Dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan disini (Mako Ditpolair Polda Jatim, red)," terang Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) tahun 2007 ini. 

Sementara itu, sang nahkoda kapal Juari mengaku bahwa sejumlah bom ikan yang dibawanya itu dirakit dari beberapa bahan yang dibelinya secara eceran.

Setelah jadi, mereka kemudian melaut dan mencari ikan dengan cara meledakkan bom yang dirakitnya itu. Dalam sehari, mereka bisa mendapat ikan 20 sampai 30 Kg ikan dengan mengebom. 

"Terpaksa Pak, saya lakukan ini dari setahun yang lalu. Saya punya keluarga yang harus dihidupi. Kalau cari ikan dengan jala atau mancing, kecil hasilnya Pak. Saya juga tahu kalau melanggar hukum. Tapi bagaimana lagi," kata Juari.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

 

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.