Senin, 15 Jun 2026 09:29 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Santri Mamba'ul Ulum Mojokerto

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit
Jenazah korban dibawa ke rumah sakit

jatimnow.com - WN (17) warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto terlapor penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Ari Rifaldo (16) asal Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo masih diperiksa polisi.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan saksi dan otopsi jenazah korban.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Baca juga: 

"Kami sudah meminta keterangan 4 saksi dan sudah melakukan visum et repertum dan otopsi di RS Bhayangkara Porong. Kita akan segera melakukan gelar perkara," katanya, Rabu (21/8/2019).

Langkah selanjutnya Satreskrim Polres Mojokerto akan segera melakukan gelar perkara dilakukan untuk menentukan status dari terlapor.

"Kita masih menunggu gelar perkara 1x24 jam untuk memastikan status terlapor. Terlapor 1 orang sementara dan status tersangka kita menunggu hasil perkara nanti siang," jelas Fery.

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini menambahkan, untuk motif dan lainnya akan diberitahukan setelah gelar perkara.

"Untuk motif dan lainnya lihat hasil gelar perkara. Hasil otopsi sudah keluar, namun kita akan sampaikan setelah gelar perkara. Saya belum melihat langsung hasil otopsi. Terlapor masih dimintai keterangan di Polres," tandasnya.

Diduga penganiayaan santri junior yang dilakukan senior terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Korban dinilai melanggar peraturan atau keluar kamar tanpa ijin kepada seniornya. Pelaku mencari di sekitar pondok dan menemukan korban di luar pondok, lalu dibawa ke kamar dan terjadi penganiayaan.

Pelaku memukul korban dengan tangan kosong dan sempat membentur tembok. Korban mengeluarkan darah dan muntah darah.

Sedangkan Pengurus Ponpes Mamba'ul Ulum membantah tidak ada penganiayaan senior terhadap junior.

Pengasuh santri pria, Mahfudin Akbar mengatakan pukul 23.30 Wib Senin (19/8) dirinya mendapat laporan ada anak terjatuh dan ada di rumah sakit.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Istri Mahfudin Akbar, Annisatul Fadilah menambahkan pengurus ponpes sudah melakukan pertolongan dengan membawa korban ke RS dr Prof Soekandar Mojosari lalu dirujuk ke RS Sakinah, Sooko.

Sesampainya di RS Sakinah, lanjut Anisatul, saat mau dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.