Kamis, 18 Jun 2026 17:02 WIB

Penganiayaan Santri Mamba'ul Ulum Mojokerto, Ponpes: Korban Terjatuh

Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto
Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto

jatimnow.com - Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membantah tidak ada penganiayaan senior terhadap junior.

Pengasuh santri pria, Mahfudin Akbar mengatakan pukul 23.30 Wib Senin (19/8) dirinya mendapat laporan ada anak terjatuh dan ada di rumah sakit.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Jam 23.30 Wib kita dilapori ada anak sakit karena terjatuh," katanya, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: 

Istri Mahfudin Akbar, Annisatul Fadilah menambahkan pengurus ponpes sudah melakukan pertolongan dengan membawa korban Ari Rifaldo (16), ke RS dr Prof Soekandar Mojosari lalu dirujuk ke RS Sakinah, Sooko.

"Kita dari pihak pondok ya langsung membawa ke rumah sakit bahkan di UGD suruh tanda tangan apapun keperluannya sudah kita ACC. Saya minta dibawa ke RS Dr Soetomo Karang Menjangan, namun pihak rumah sakit bilang ini harus membutuhkan proses cepat kalau di jalan ada apa-apa bagaimana dan langsung ke Sakinah saja," jelasnya.

Sesampainya di RS Sakinah, lanjut Anisatul, saat mau dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Korban meninggal jam 12.00 Wib. Informasi yang saya peroleh anaknya jatuh. Mungkin anaknya jatuh karena ngantuk atau tidur karena anaknya kecapekan habis ikut lomba gerak jalan," ungkapnya.

Ditanya kebenaran adanya penganiayaan yang dilakukan senior terhadap juniornya, perempuan berusia 32 tahun ini membantah informasi tersebut.

"Insya Allah tidak ada, karena ustaz selalu tolong piket. Bahkan tadi malam jam 02.00 Wib, ustaznya ganti piket lagi kondisi adem ayem kondusif tidak ada apa-apa dan tidak ada kejadian apa-apa," bebernya.

Menurutnya, jika ada santri yang melakukan pelanggaran peraturan di pondok maka hukuman yang diberikan pengurus adalah mengaji dan bersih-bersih makam.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

"Kalau ada pelanggaran diberi hukuman baca tafsir, ngaji dan bersih-bersih pesarean dan halaman pondok," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.