Sabtu, 20 Jun 2026 12:22 WIB

Satu Bulan Jabat Kapolres, Ini Cerita AKBP Radiant Soal Ponorogo

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.
Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.

jatimnow.com - Sebulan menjadi Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant sudah mulai bisa menyesuaikan diri. Permasalahan kota Reog itu perlahan diurai oleh suami dari Dewi Arnita Ivan ini.

Siapa sebenarnya sosok AKBP Radiant? Yang mampu menguraikan masalah sosial satu demi satu ini. Jatimnow.com, sempat berbincang secara khusus dengan AKBP Radiant, Kamis (19/4/2018) pagi.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

AKBP Radiant menceritakan masa kecilnya hingga bisa duduk menjadi Kapolres Ponorogo penuh liku. Ia menjelaskan, bahwa lahir di Jawa tapi besar di Makassar.

"Saya lahir di kota Metropolitan Surabaya. Tapi besar di Makassar. Asli saya Bugis. Kedua orang tua asli sana. Termasuk saya bertemu jodoh juga di Makassar dan dari Makassar," cerita bapak tiga orang anak ini.

Sebelum resmi menjadi Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant bertugas di Ditreskrimsus Polda Jatim. Tidak hanya itu, selama 20 tahun mengabdi, pria kelahiran 28 Mei 1974 ini dihabiskan di unit Reskrim.

"Dari kejahatan jalanan sampai kejahatan ekonomi pernah saya tangani. Menjadi Kapolres merupakan amanah tersendiri. Karena semua persoalan harus selesai," kata lulusan AKPOL 1998 ini.

Ia menjelaskan, saat pertama mendengar mendapat amanah menjadi Kapolres Ponorogo malah dari teman lettingnya. Saat itu, dirinya mengaku sudah mau beristirahat.

"Saat ada TR turun yang tahu malah teman letting saya. Banyak ucapan selamat karena telah menjadi Kapolres Ponorogo," katanya.

Ia pun mencari tahu tentang kota Reog ini. Karena sepanjang karirnya di Polda Jatim, AKBP Radiant tidak pernah menginjakkan kaki di Ponorogo.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Bahkan, kasus yang ditangani hanya sampai Madiun Kabupaten. "Jadi saya buta tentang Ponorogo. Saya menangani mutilasi tapi di Madiun," katanya.

Dan semua permasalahan tentang Kabupaten Ponorogo mulai terjawab satu per satu. Ia mengatakan, belajar banyak dari Kapolres yang menjabat sebelum dirinya.

Ia membeberkan, seperti konflik bentor yang melanggar undang-undang, ia mulai tengahi.

"Saya uraikan satu per satu. Tentang becak kemarin ada lomba ketangkasan ya," katanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Lantas, untuk permasalahan sosial lainnya? Ia berjanji akan lebih mendalami kembali. Seperti masalah waduk bendo, pedagang kaki lima, pabrik Sampung dan lain-lain.

Ia pun berharap, jika memang ada aksi unjuk rasa, sebaiknya hanya dilakukan saat jam kerja. Dan selama lima hari.

"Kalau bisa paling tidak demo nya sampai Jumat saja. Biar anggota saya juga bisa istirahat," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.