Minggu, 14 Jun 2026 19:54 WIB

Keracunan Massal di Blitar, Ini Analisa Sementara Dinas Kesehatan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 08 Agu 2019 09:38 WIB
Kantor Dinas Kesehatan Kota  Blitar
Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kota Blitar masih menunggu hasil uji laboratorium beberapa sampel makanan rawon hajatan yang membuat sejumlah warga RW 1 Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar keracunan. Sembari menunggu, Dinas Kesehatan juga melakukan sejumlah analisa.

Dari analisis sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut bahwa masakan rawon yang dihidangkan saat tahlilan dan dimakan warga, berpotensi mengandung bakteri.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Dari hasil yang sudah direkap, bisa disimpulkan sementara, nasi rawon 2,8 berisiko dari makanan lain yang disajikan di acara itu dan kemungkinan terkontaminasi bakteri Salmonella dan E. Coli," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Didik Jumianto, Kamis (8/8/2019).

Kesimpulan analisis kesehatan itu didapat melalui hasil wawancara terhadap para warga yang mengeluh menderita gangguan kesehatan. Ada beberapa makanan yang kemudian disimpulkan mengandung bakteri yaitu nasi rawon, ayam goreng dan teh manis.

Baca juga:  

Menurut Didik, kesimpulan ini hanya bersifat sementara. Penyebab pasti keracunan dapat diketahui dari hasil uji laboratorium sejumlah sampel di Surabaya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Hasilnya tetap menunggu dari laboratorium. Ada beberapa sampel yang kami kirim yakni nasi rawon, kuahnya, dagingnya, air sumur dan feses warga. Kita akan tunggu hasilnya nanti kita sampaikan," terang Didik.

Ia menambahkan, beberapa warga yang sebelumnya sempat dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Blitar juga sudah kembali pulang. Menurutnya, kejadian ini merupakan kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.

"Saya yakin ini kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. Saya juga kasihan, punya niat baik tapi jadi seperti ini. Saya juga berharap agar warga juga memaklumi kejadian ini," imbuhnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Tahlinan itu digelar pada Kamis (1/8/2019) di rumah Yulianik, warga setempat. Setelah tahlilan, warga mengonsumsi rawon yang disajikan pemilik rumah. Selang 24 jam kemudian, 37 warga mengeluh mual, muntah hingga diare berat. 11 diantaranya dirawat di berbagai rumah sakit di Kota Blitar. Bahkan satu orang meninggal dunia diduga akibat menyantap nasi rawon tersebut.

Pascakejadian, Dinas Kesehatan Kota Blitar mengirimkan sejumlah sampel ke Laboratorium Kesehatan di Surabaya untuk diuji. Polisi juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab keracunan massal tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.