Jumat, 19 Jun 2026 01:31 WIB

Sempat Galau dengan Rekomendasi BPK, DPRD Ponorogo Pilih Pin Kuningan

Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo
Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Setelah sempat galau atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar anggota DPRD tidak menggunakan pin emas, sekretariat dewan akhirnya memutuskan membeli pin kuningan untuk 45 anggota DPRD terpilih 2019-2024 Kabupaten Ponorogo.

"Karena sifatnya merupakan aset negara dan pinjam pakai, makanya kami memilih kuningan saja," terang Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Miseri Effendi, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pertimbangannya, lanjut Miseri, pin kuningan bisa menjadi hak milik bagi anggota dewan dan tidak harus dikembalikan kepada sekretariat. Sebab bila memaksakan pin emas, sesuai rekomendasi BPK, pin emas dengan harga di atas Rp 1 juta, konteksnya pinjam pakai dan menjadi aset pemerintah.

"Pin kuningan inilah salah satu alternatifnya, daripada menjadi polemik berkepanjangan," tutur dia.

Dia meminta sekretariat DPRD untuk menaati rekomendasi dari BPK. Sebab dengan itu, pembelian pin kuningan tidak disebut sebagai gratifikasi dan melanggar aturan.

Baca juga:  Rekomendasi BPK Bikin Galau Sekwan Ponorogo: Pin Emas atau Kuningan?

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Miseri menilai, ada sejumlah dampak positif yang dapat dirasakan jika memilih membeli pin kuningan. Tidak hanya aman lantaran tidak melanggar aturan, tapi juga lebih efisien.

Apalagi bila dipaksakan membeli pin emas seberat 5 gram, anggaran yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 147 miliar, sesuai alokasi dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di sekretariat DPRD Ponorogo tahun ini.

"Periode sebelum-sebelumnya memang selalu pin emas dan itu sifatnya diberikan. Tapi sekarang kami lebih setuju pin biasa (kuningan). Ini juga supaya lebih efisien dalam penggunaan anggaran," tegasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara, Sekretaris DPRD Ponorogo Suko Kartono sebelumnya menyebut sudah mengeplot anggaran Rp 147 miliar dalam DIPA untuk pembelian pin emas. Namun rekomendasi BPK yang diterimanya membuatnya urung melaksanakan pengadaan tersebut, kendati pelantikan anggota terpilih akan dilaksanakan 1 September 2019.

"Lagipula, sebenarnya tidak ada aturan khusus apakah harus pin emas atau kuningan," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.