Sabtu, 20 Jun 2026 14:27 WIB

Penipu Gentayangan Sasar Jemaah Calon Haji, 59 Orang Jadi Korban

Para calon jemaah haji korban penipuan saat melapor ke SPKT Polda Jatim
Para calon jemaah haji korban penipuan saat melapor ke SPKT Polda Jatim

jatimnow.com - 59 jemaah calon haji dari berbagai daerah kena tipu pemberangkatan haji cepat dengan syarat membayar biaya tambahan puluhan juta rupiah. Penipuan itu dilaporkan ke Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa para korban telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Jatim untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Barung menjelaskan, penipuan itu berawal pada tahun 2018 saat para calon jemaah haji mendaftar haji di Kementerian Agama (Kemenag) dan mendapatkan jadwal keberangkatan pada tahun 2040. Kemudian terlapor menawarkan dan menjanjikan kepada para calon jemaah haji bahwa ia bisa mempercepat keberangkatannya pada tahun 2019.

"Percepatan pemberangkatan itu dengan syarat meminta tambahan biaya sebesar kurang lebih Rp 25 juta, per orang," jelas Barung.

Karena percaya dengan omongan terlapor, lanjut Barung, para calon jemaah haji itu secara bertahap mentransfer dana kepada terlapor. Sedangkan sisa tambahan pembayaran akan dilunasi saat pemberangkatan haji.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Para korban mentransfer ke terlapor senilai Rp 10 juta, kemudian sisanya akan dibayarkan waktu pemberangkatan haji. Sehingga pada tanggal 5 Agustus 2019 para korban berjumlah 59 orang ini berkumpul di Stadion Bangkodir, Bangil, Pasuruan untuk persiapan pemberangkatan menuju Asrama Haji Surabaya," bebernya.

Barung menambahkan, sebelum sampai di Asrama Haji Surabaya, rombongan pelapor distop Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) untuk menjelaskan bahwa rombongan itu bukan termasuk rombongan yang berangkat tahun 2019.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Akibat kejadian tersebut, para korban tertipu sekitar Rp 550 juta," jelasnya.

59 orang yang menjadi korban itu terdiri dari 32 orang asal Pasuruan, 2 orang asal Malang, 5 orang asal Surabaya, 6 orang asal Sidoarjo, 5 orang Pamekasan, 2 orang asal Sumenep, 5 orang asal Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan serta 2 orang asal Sanggau, Kapuas, Kalimantan Barat.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.