Jumat, 19 Jun 2026 14:26 WIB

Pengungsi Tanah Gerak Slahung Minta Direlokasi, Bupati: Saya Setuju

Bupati Ipong
Bupati Ipong

jatimnow.com - Para pengungsi tanah gerak di Kecamatan Slahung, Ponorogo sudah mulai resah. Apalagi hasil survei yang dilakukan oleh tim Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, 11 rumah di Dusun Gembes dan Kecamatan Slahung mendesak untuk direlokasi.

"Saya sudah mengetahui kabar bahwa kondisi tanah ini berbahaya. 11 rumah termasuk rumah saya harus berpindah," kata Jangkun, salah satu warga.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia mengungkapkan ingin berpindah. Apalagi retakan semakin melebar jika hujan deras mengguyur desa setempat.

Ia mengatakan, yang ingin pindah tidak hanya 11 KK saja yang dinyatakan berbahaya. Namun juga KK lainnnya, karena rasa takut.

"Semua pengen pindah. Apalagi kalau hujan pasti terdengar suara gemuruh yang sangat nyaring. Itu yang membuat kami terus khawatir," katanya.

Ditanya apakah ada pandangan lokasi pindah? Jangkun menjelaskan, ada sebagian warga yang sudah ada pandangan pindah, ada pula yang belum.

Terkait permintaan warga Kecamatan Slahung yang mengungsi karena tanah gerak ingin berpindah, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menyetujuinya.

"Kalau rekomendasinya demikian, ya kami relokasi. Pemerintah akan buat skenarionya nanti. Tapi tentu berbicara dengan 11 KK yang terdampak itu dulu," kata Ipong, Rabu (18/4/2018).

Mengapa demikian, karena warga terdampak diakuinya gampang-gampang susah untuk diajak pindah. Ia mencontohkan, warga Desa Banaran yang nyata-nyata terkena musibah tanah longsor 1 April 2017 lalu tidak mau berpindah dari Banaran.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kita bicarakan baik-baik. Dan jika jawabannya memang mau berpindah ya akan kami pindahkan sesuai dengan permintaan," katanya.

Namun, perpindahan itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Pasalnya sesuai dengan undang-undang, bisa relokasi dengan syarat ada bencana. Apakah fenomena tanah gerak bisa dikatakan bencana?

"Jika memang bisa jadi pijakan sih bisa saja. Nanti akan saya bicarakan. Termasuk bagaimana solusinya jika memang tidak boleh. Jika lahan sudah ada nanti juga bisa kami beli," katanya.

Sebelumnya, Tim Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) memastikan, jika tanah yang ada di kawasan Dusun Gembes, Kecamatan Slahung, Ponorogo, berbahaya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Hal ini berarti, 11 rumah yang ada di tanah tersebut, rawan tertimpa longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.