Kamis, 18 Jun 2026 16:49 WIB

Cerita Perjuangan Mbah Miratun Merawat Tiga Saudaranya yang Sakit

Mbah Miratun merawat ketiga saudaranya di rumahnya di Dusun Keyen, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo
Mbah Miratun merawat ketiga saudaranya di rumahnya di Dusun Keyen, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Meski hidup dalam keprihatinan, Mbah Miratun (60) dengan sabar dan tekun merawat tiga saudaranya yang menderita sakitnya masing-masing di rumahnya di Dusun Keyen, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Mbah Miratun merawat tiga saudaranya itu di rumah berukuran 8x7 meter. Rumah itu hanya berupa tanah lempung. Bahkan rumah itu hanya ada penerangan dua bola lampu yang dinyalakan bila malam telah datang.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Yang berbaring namanya Mesinem, lalu yang di belakang saya Legi. Dan terakhir yang tidur di kursi itu Sarmon," kata Mbah Miratun, Jumat (2/8/2019).

Mbah Miratun menjelaskan, ketiga saudaranya itu semua sakit. Kakaknya Sarmon mengalami kebutaan, sehingga sehari-harinya hanya bisa tidur dan terkadang mencari rumput di ladang, itupun seadanya.

Sedangkan adiknya Masinem mengalami lumpuh dan tuna wicara. Sementara Legi adiknya, mengalami kelainan pada fisiknya. Akan tetapi, Legi lah yang tiap hari membantunya mengangkat Masinem dari dalam rumah ke teras.

Kondisi rumah Mbah MaritunKondisi rumah Mbah Maritun

Ia mengaku sudah merawat ketiga saudaranya itu puluhan tahun. Namun dirinya tidak mengingat sejak tahun berapa. Yang ada dalam ingatannya yaitu pada tahun 90-an, kedua orang tuanya sudah tiada. Dirinya hanya dititipi ketiga adiknya yang mengalami sakit tersebut.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Setiap pagi, Mbah Miratun selalu membawa adiknya Mesinem dari dalam rumah ke teras dibantu Legi. Mesinem dipindah ke teras rumah agar mendapat banyak sinar matahari.

Setelah rutinitas paginya selesai, Mbah Miratun lalu mencari rumput bersama sang kakak. Sebab oleh tetangganya, ia dititipi kambing.

"Pokoknya saya hidupi kambing ini sampai besar. Kalau laku dijual, uangnya dibagi dua sama tetangga yang punya kambing. Uangnya nanti saya belanjakan seperti beras atau lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Beban Utang dan Gurita Korupsi, Akar Masalah Kemiskinan Dua Dekade

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo Sumani mengatakan bahwa pihak pemerintahan sudah memberikan berbagai bantuan terhadap Miratun dan tiga saudaranya.

Sumani menyebut bahwa Miratun dan Legi merupakan binaan rumah kasih sayang di Desa Krebet. Di rumah kasih sayang tersebut, Miratun dan Legi dilatih membuat kemoceng untuk kemudian dijual.

"Nah hasil penjualan itu uangnya dikembalikan kepada mereka," tambah Sumani.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.