Sabtu, 20 Jun 2026 19:09 WIB

Korbankan Pensiunan, Kakek di Blitar ini Hijaukan 19 KM Pantai Selatan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 31 Jul 2019 08:54 WIB
Pantai di Blitar yang dihijaukan oleh Mbah Suwondo
Pantai di Blitar yang dihijaukan oleh Mbah Suwondo

jatimnow.com - Sosok Mbah Suwondo (65) mantan aparatur sipil negara (ASN) tukang kebun di Blitar Selatan begitu menginspirasi.

Warga Dusun Krajan, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Wonotirto ini rela mengorbankan gaji pensiunannya untuk menghijaukan 19 kilometer garis bibir pantai yang ada di desanya.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Gaji pensiunan abdi negara milik Mbah Suwondo digunakan untuk mengangsur pinjaman di salah satu bank sebesar Rp 140 juta.

Sisa uang pensiun yang diterimanya perbulan hanya Rp 375 ribu. Uang tersebut, sepenuhnya digunakan untuk melestarikan lingkungan hidup dan kebudayaan melalui seni karawitan dan penghijauan.

"Awalnya saya pinjam Rp 20 juta. Kemudian saya pinjam lagi Rp 70 juta lagi untuk biaya pembibitan hingga siap tanam termasuk pupuk dan ritual Tebus Bumi untuk memulai penanaman. Kemudian kurang, saya pinjam lagi 140 juta," kata Mbah Wondo, Rabu (31/7/2019).

Penghijauan 19 kilometer bibir pantai Blitar Selatan dimulai di Pantai Pasetran Gondo Mayit pada tahun 2014. Bersama Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) dan pemerintah desa setempat, 300 pohon cemara udang mulai ditanam.

Sejak saat itu, penghijauan terus dilakukan. Mbah Suwondo juga mendirikan organisasi bernama Jawa Dipa Nusantara untuk mewadahi gerakan peduli budaya dan pelestarian lingkungan yang ia gagas.

Mulai dari Pantai Gayasan, Legundi, Peden Cilik, Sumur Gumuling, Pelabuhan, Tambak Rejo, Pasir Putih, Pasetran Gondo Mayit, Banteng Mati, Selok Tinggi hingga Pantai Kresek telah ia tanami pohon.

Selain cemara udang, Mbah Wondo juga menanam berbagai pohon produktif seperti Kelapa, Mangga, Jambu Merah. Meskipun begitu, kegiatan mulia ini sempat tidak mendapat restu sebagian masyarakat.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Awalnya dulu sering ketika kami tanam kemudian dicabuti orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan pohon yang dicabut diletakkan di pinggir jalan agar kami melihatnya. Namun saya nggak mau rame. Ketika dicabuti ya saya tanami lagi sampai orangnya menyerah," kata pria yang beristrikan Mujiati (41) ini.

Lima tahun berselang, buah kesabaran laki-laki empat anak itu mulai menampakkan hasilnya. Sebagai contoh, pantai pasir putih yang dulunya kotor dan panas, kini berubah menjadi asri dan sejuk.

Banyak wisatawan yang datang dengan membawa tikar memilih berteduh di bawah pohon cemara udang sembari menikmati hamparan air laut.

Berkat ketelatenan dan kesabaran yang dimiliki, berbagai penghargaan juga telah diraih. Terakhir, ia dan Jawa Dipa Nusantara mendapatkan Penghargaan Kalpataru, penghargaan di bidang lingkungan hidup.

"Dan saya tidak pernah meminta ke pejabat untuk didaftarkan Kalpataru. Ceritanya dulu Kanjeng Bupati datang lalu melihat ini (penghijauan)," tegas Mbah Wondo.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Di ujung wawancara, Mbah Wondo berpesan agar masyarakat meningkatkan kesadaran melestarikan lingkungan dan kearifan lokal. Ia juga membuka pintu kepada siapapun yang ingin menyumbang pohon demi penghijauan.

"Kalau ada bantuan ya saya terima, tapi kalau tidak ada ya saya ndak minta. Harapannya semoga saya bisa menghijaukan seluruh Jawa Timur kalau bisa Nusantara," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.