Jumat, 19 Jun 2026 01:59 WIB

Berkat Aplikasi Jogo Suroboyo, Residivis Jambret Kembali Masuk Penjara

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menginterogasi Efendi, residivis jambret di Mapolsek Simokerto
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menginterogasi Efendi, residivis jambret di Mapolsek Simokerto

jatimnow.com - Seorang jambret bernama Mohammad Efendi (37), takluk dengan Aplikasi Jogo Suroboyo ciptaan Polrestabes Surabaya. Warga Jalan Jatisrono Surabaya yang sudah menjambret belasan kali itu akhirnya dijebloskan ke penjara.

Effendi diringkus anggota Polsek Simokerto setelah aplikasi Jogo Suroboyo berdering karena ada salah satu warga yang melapor melalui aplikasi tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wib, Minggu (28/7/2019) di Jalan Grating Gg I, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Di TKP itu, warga menangkap basah Efendi menjambret handphone (HP) milik Nurul Anwar (48). Namun, aksi Afendi saat itu gagal karena mendapat perlawanan korban. Korban bersama masyarakat sekitar mengamankan pelaku dan langsung melapor ke polisi melalui Aplikasi Jogo Suroboyo yang sudah mereka instal.

Efendi mengaku, pencurian itu bukan pertama kalinya ia lakukan. Laki-laki yang sehari-hari bekerja serabutan tersebut bahkan menjadikan pencurian dengan kekerasan itu sebagai mata pencaharian.

"Sudah 18 kali masuk (penjara). Selama ini kerjanya serabutan, kerja apapun saya lakukan. Saya nggak paham halal haram, yang penting kerja. Iya termasuk itu (mencuri), juga kerja," jawab Efendi saat ditanya Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho di Mapolsek Simokerto, Senin (29/7/2019).

Kombes Pol Sandi Nugroho menambahkan, pelaku Efendi dipastikan sebagai residivis. Untuk itu, jeratan residivis akan diterapkan terhadap pelaku agar bisa sadar dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ya mudah-mudahan sadar dengan pasal residivis yang kami terapkan ini," jelas Sandi.

Menurut Sandi, kembalinya pelaku ke penjara itu, berkat partisipasi warga Surabaya yang sadar kambtimas melalui Aplikasi Jogo Suroboyo. Sandi menyebut, masyarakat mulai memanfaatkan aplikasi itu untuk melaporkan setiap kejadian di sekitarnya kepada polisi.

Anggri, salah satu pengguna sekaligus yang pelapor peristiwa itu mengaku, respon polisi saat itu sangat cepat. Sekitar 5 menit kemudian, polisi sudah tiba di lokasi kejadian.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk melaporkan kejadian-kejadian dan membantu masyarakat. Menurut saya, respon polisi sangat cepat," ujar Anggri.

Atas partisipasi itu, Anggri diberi penghargaan oleh Kapolrestabes Surabaya berupa sebuah jaket merah berlogo Jogo Suroboyo serta beberapa hadiah lainnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.