Jumat, 19 Jun 2026 05:08 WIB

Ini Penjelasan Bupati Soal Trenggalek Jadi Bagian Keraton Yogyakarta

Bupati Trenggalek M Nur Arifin bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X
Bupati Trenggalek M Nur Arifin bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X

jatimnow.com - Keinginan Kabupaten Trenggalek menjalin kerjasama dengan Yogyakarta mendapat sambutan positif dari Sri Sultan Hamengkubuwono X. Trenggalek mendapat restu jadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadingingrat (Yogyakarta) dalam bidang kebuadayaan.

Restu itu diterima Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin setelah bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono di Gedung Gedhong Wilis, Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadingingrat, Kamis (25/7/2019). Pertemuan itu membahas kemungkinan kerjasama di bidang ekonomi dan budaya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Mas Ipin menuturkan, Trenggalek mempunyai sejarah dengan Kraton Ngayogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan adanya makam mertua Pangeran Mangku Bumi di Trenggalek. Keberadaan makam ini berkaitan dengan cerita sosok Demang Panji Nawangkung di Panggul, yang berjasa membantu Pangeran Mangku Bumi mengusir Penjajah Belanda.

Pertemuan Bupati Trenggalek Mas Ipin dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di YogyakartaPertemuan Bupati Trenggalek Mas Ipin dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga memberikan restu kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mendeklarasikan diri menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Beliau sudah memberikan lampu hijau, Trenggalek mendeklarasikan diri menjadi bagian dari Keraton Yogyakarta terkait dengan kebudayaan," ujar Mas Ipin, Jumat (26/7/2019).

Sri Sultan akan mengirim utusan ke Trenggalek pada 31 Agustus 2019. Utusan tersebut merupakan orang yang mengerti tata laksana upacara peringatan hari jadi yang sesuai dengan adat keraton. Nantinya, Upacara Peringatan Hari Jadi Trenggalek akan disesuaikan dengan adat keraton yang selama ini sudah berlaku.

"Duta yang dikirim ini akan membantu kita dalam upacara hari jadi nanti," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pembangunan ekonomi di wilayah jalur selatan. Upaya menghidupkan jalur ekonomi wilayah selatan sudah dimulai dengan pembangunan pariwisata dan industri kreatif. Hal itu juga sejalan dengan visi ekonomi madhep ngidul ala Sri Sultan.

"Sudah ada pembangunan jalur selatan itu yang akan kita manfaatkan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.