Minggu, 21 Jun 2026 10:47 WIB

Ini Alasan Warga Marah atas Aksi Remaja Motocross di Makam Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 25 Jul 2019 17:22 WIB
Warga Dusun Menanggas Wetan Pasuruan di lokasi makam
Warga Dusun Menanggas Wetan Pasuruan di lokasi makam

jatimnow.com - Aksi viral remaja yang menjadikan gundukan makam seperti jalur sirkuit motocross membuat marah masyarakat Dusun Menangas Wetan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati.

"Kalau seandainya tadi malam tidak ada polisi, sudah habis anak empat itu dihakimi warga. Ini sudah termasuk pelecehan terhadap orang yang mati dan keluarga almarhum pun tidak terima," kata Rochim (50) salah satu warga, Kamis (25/7/2019).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Baca juga: 

Identitas keempat pemuda yang terlibat dalam vidio perbuatan yang tidak terpuji tersebut, antara lain M Zidan Akmal (12) dan Haris Maulana (17) yang berperan sebagai pengendara motor.

Kemudian Fani Wahyudi (18), berperan sebagai pengambil vidio dan Umar Faruq (29) yang berperan sebagai penyebar atau yang memviralkan.

Rochim pun meminta polisi untuk bertindak tegas dengan menindak keempat remaja yang meresahkan warga ini.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Misdi (53), warga yang lain mengaku tidak tahu saat keempat pelaku melakukan perbuatan tercela di tempat pemakaman desa.

"Kalau saya seandainya tahu makam desa dibuat begitu, sudah saya hajar sendiri keempat bocah kurangajar itu," katanya.

Masyarakat masih geram dan mengaku belum bisa memafkan meski kedua pemuda tersebut sudah meminta maaf melalui vidio.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

"Saat ini mereka berempat itu masih di Polsek, tidak tau kapan dipulangkan. Yang jelas warga sangat geram sekali," tukas warga Dusun Menangas Wetan hampir berbarengan.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.