Selasa, 16 Jun 2026 15:02 WIB

Sepatu Rajut Bikinan Emak-emak di Mojokerto ini Tembus Luar Jatim

Emak-emak di Mojokerto buat sepatu rajut
Emak-emak di Mojokerto buat sepatu rajut

jatimnow.com - Sepatu berbahan rajutan benang yang dibuat oleh sekumpulan emak-emak di perumahan Magersari Indah, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto mampu bersaing di pasar dan bisa meraup omzet yang cukup besar.

Untuk pemasaran, mereka menjual hasil rajutannya secara online dan tengkulak. Selain dijual di Jawa, sepatu ini juga merambah pasar Bali dan Kalimantan.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Mereka mendapatkan order sampai 500 pasang sepatu perbulannya. Untuk omzet yang didapatkan delapan emak-emak ini mencapai sekitar Rp 50 juta perbulan dari usaha yang telah dirintis sejak setahun lalu.

Febri Martha, salah satu perajin sepatu rajut mengatakan awalnya kumpulan emak-emak ini memang memiliki keahlian untuk merajut.

Biasanya mereka merajut tas secara mandiri lalu dipasarkan secara online. Namun akhirnya mereka mencoba untuk berinovasi membuat sepatu rajut dan ternyata laku di pasar.

"Seperti halnya sepatu rajut jenis sneaker yang sedang dibuat ini, untuk membuat satu pasang sepatu mulai dari bahan dasar, dibutuhkan waktu sekitar tiga hari saja. Sementara untuk motif sesuai dengan pesanan, bisa sampai seminggu lamanya," kata Febri Martha, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

Ia memaparkan, untuk membuat sepatu rajut ini, dibutuhkan sol sandal, benang rajut, dan jarum rajut serta peralatan lainnya.

Bahan-bahan tersebut mudah didapatkan secara online. Untuk warna, bisa menyesuaikan pesanan dan kondisi pasar. Sepatu rajut yang paling banyak diorder, yakni warna cerah.

"Sepasang sepatu rajut hand made ini harganya kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Semakin sulit proses pembuatan dan motifnya, harga akan semakin mahal," jelasnya.

Berbekal keterampilan dan niat ternyata ibu rumah tangga ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dan membantu keuangan rumah tangga.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

"Alhamdulillah dari sepatu rajut ini kami bisa membantu suami menambah penghasilan untuk keluarga," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.