Jumat, 19 Jun 2026 03:00 WIB

Pengakuan Pembina Pramuka Cabul: Pernah Jadi Korban hingga Kepuasan

Memet, pembina pramuka cabul saat diamankan di Mapolda Jatim
Memet, pembina pramuka cabul saat diamankan di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Rahmat Santoso Slamet alias Memet (30), pembina pramuka yang mencabuli 15 anak didiknya mengaku sudah beraksi sejak tahun 2016. Warga Kupang Segunting itu juga mengaku melakukan pencabulan untuk mendapat kepuasan.

"Pertama kali tahun 2016, anak kelas 2 SMP. Saya melakukannya karena dorongan mendapatkan kepuasan," aku Memet di Mapolda Jatim, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Memet juga mengakui bahwa 15 anak didik yang dicabulinya itu rata-rata berusia 14-16 tahun. Namun ia berdalih bahwa tidak ada unsur ketertarikan terhadap korban dan hanya untuk kepuasan semata.

"Saya tidak ada maksud ketertarikan. Saya pernah jadi korban pelecehan," ungkapnya.

Baca juga:  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Untuk melancarkan aksi cabulnya, Memet kemudian membentuk Grup Inti Pramuka dengan nama Minion. Setiap anak didik yang ditunjuk masuk dalam grup inti tersebut akan mendapat pembinaan khusus di rumahnya. Padahal, grup itu ia bentuk hanya untuk mengelabuhi para korban.

"Iya, hanya dikasih gelar tim inti di pramuka," ujarnya.

Sebelumnya, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana menyebut, grup inti itu dibentuk pelaku hanya sebagai modus melancarkan aksi pencabulannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Selain membuat dirinya puas dengan mencabuli anak didiknya, pelaku juga menyuruh anak didiknya melakukan tindakan seksual antar sesama jenis," ungkap Festo.

Festo melanjutkan, timnya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut untuk mengungkap korban-korban lain. Sebab anak didik pelaku sepanjang 2016-2019 berjumlah ratusan. Apalagi didapat fakta bahwa selama itu, pelaku membina pramuka di 6 sekolah, yaitu SMP dan SD.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.