10 Kecamatan di Ponorogo Krisis Air Bersih
- Penulis : Mita Kusuma
- | Minggu, 21 Jul 2019 09:07 WIB
jatimnow.com - Kekeringan di Ponorogo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menganggarkan Rp 40 juta untuk droping air. Anggaran tersebut lebih banyak Rp 5 juta dibanding tahun lalu.
"Tahun lalu cuma Rp 35 juta. Tahun ini kami tambah Rp 5 juta untuk anggaran mengatasi kekeringan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Minggu (21/7/2019).
Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa
Dari anggaran Rp 40 juta tersebut, ia menyebut untuk droping air di 22 desa dalam 10 kecamatan yang nantinya mengalami kekeringan.
Hingga kini, tercatat ada 3 desa yang meminta droping air yaitu Desa Caluk dan Desa Duri, Kecamatan Slahung serta Desa Gebel, Kecamatan Kauman. Untuk Desa Duri, kekeringan memang fenomena tahunan. Dalam sepekan ini, di Desa Duri telah dikirimkan 6 unit tangki air.
"Berdasarkan data kami tercatat ada 10 kecamatan yang mengalami kekeringan," ujarnya.
Menurutnya, anggaran Rp 40 juta termasuk minim mengingat hasil kajian cepat ada 22 desa dalam 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Ia meneruskan jika ada dana on call yang bisa digunakan.
Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan
"Tapi jika tidak perlu ya tidak usah menggunakan dana on call," kata mantan Kasubag Humas Pemkab Ponorogo ini.
Selain dana on call, pihaknya bisa mengajukan bantuan ke BPBD Provinsi Jatim seperti kasus kekeringan tahun lalu.
"Tahun lalu juga minta ke provinsi. Dan dikabulkan Rp 70 juta. Itu sudah sangat mencukupi," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang
Editor : Sandhi Nurhartanto
URL : https://jatimnow.id/baca-18160-10-kecamatan-di-ponorogo-krisis-air-bersih