Senin, 15 Jun 2026 08:49 WIB

Ini Jalur Kuno Naik ke Gunung Lawu, Mau Coba?

Salah satu spot di jalur  Singolangu Gunung Lawu
Salah satu spot di jalur Singolangu Gunung Lawu

jatimnow.com - Jalur pendakian di Gunung Lawu kini bertambah. Jalur Singolangu kini telah dibuka untuk umum.

Jalur Singolangu ini memiliki jarak jarak 8,2 kilometer dari puncak puncak Gunung Lawu. Sementara jalur lain seperti Cemoro Sewu dapat ditempuh dengan jarak 6-7 kilometer,  Cemoro Kandang 14 kilometer, dan Candi Cetho 15 kilometer.

Baca Juga: Nyaris Jadi Korban Gunung Buthak, Begini Kondisi Pendaki Asal Sidoarjo

Informasinya, jalur Singolangu ini merupakan jalur klasik yang dijadikan para pelaku spiritual mendaki pada era 1980-an.

"Sebenarnya ini jalur spiritual. Sudah ada dari 30-an tahun lalu.Ya sekitar tahun 1980-an sudah dibuka," kata Ketua Sanggar Margolawu pengelola jalur klasik Singolangu , Krisna Bayu, Minggu (14/7/2019).

Ia menjelaskan, jalur Singolangu mempunyai keunggulan dibanding 3 jalur lainnya, yakni pendaki bisa menemukan prasasti peninggalan Prabu Brawijaya.

Di jalur ini pendaki juga bisa melakukan napak tilas peninggalan Prabu Brawijaya di Gunung Lawu.

Krisna menambahkan, di pos penjagaan atau pos 1 terdapat batu yang berdasarkan sejarah pernah digunakan sembahyang Prabu Brawijaya.

Usai itu, pendaki menemukan prasasti batu lapak yang dipercaya sebagai bekas tapak kuda Prabu Brawijaya.

Krisna juga menginformasikan kalau dalam perjalanan jalur tersebut pendaki dapat menemukan Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya Prabu Brawijaya bersama patihnya.

"Pendaki juga akan melewati kobongan menyan di sana. Membakar menyan di Cemoro Lawu. Gunanya untuk penunggu. Jika tidak membawa kemenyan boleh meninggalkan bekal. Pokoknya meninggalkan sesuatu," lanjut Krisna.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Menurutnya, selama ini belum ada peristiwa aneh yang terjadi, sebab petugas sudah mewanti-wanti pendaki sebelum memasuki Cemoro Lawu.

Namun, Krisna menyakinkan, jalur Klasik Sengolangu tidak melulu tentang mistis. Jalur tersebut menyuguhkan eksotisme pemandangan hijau hutan yang masih alami.

Sumber mata air yang berlimpah dengan udara yang cukup sejuk juga disajikan.

Pendaki juga disuguhkan track berupa jalan tanah yang cukup landai. Ia juga mengklaim, jalur klasik ini cocok bagi pemula.

Untuk pendaki yang suka dengan jalur menanjak juga bakal melewati Tanjakan Penggik. Tanjakan sepanjang 500 meter itu cukup menguji tenaga dan adrenalin lantaran memiliki kemiringan 45 derajat.

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Untuk yang suka tantangan juga ada. Tapi Cuma satu. Yang jelas paket lengkap buat yang baru dan yang lama," katanya.

Ia mengungkapkan jalur tersebut memiliki lima pos yang dapat digunakan beristirahat bagi pendaki.

Tiap pos memiliki ciri khas pemandangan masing-masing yang dapat membuat pendaki takjub. Misalnya hamparan Bunga Eidelweis hingga tembus ke Sendang Sunan Drajat.

Selama ini, jalur tersebut dikelola dengan anggaran bersumber dari swadaya pemuda setempat. Harapannya jalur tersebut mampu menumbuhkan perekonomian dan mengurangi pengangguran dengan potensi wisata baru di sepanjang jalur.

"Pantangan terkahir  berpakaian hijau, dan terpenting dilarang membawa tisu basah serta membawa turun sampah yang dibawa. Naik dan turun kami cek," tambahnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.