Selasa, 16 Jun 2026 17:41 WIB

Ini Kondisi Eks Bos Media Tersangka Kasus Korupsi di Trenggalek

RSUD dr Soedomo Trenggalek, tempat eks bos media tersangka korupsi dirawat
RSUD dr Soedomo Trenggalek, tempat eks bos media tersangka korupsi dirawat

jatimnow.com - Mantan bos media Surabaya Sore masih dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Tatang Istiawan Witjaksono penyakit jantungnya kambuh setelah ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek.

"Jantungnya kemarin sempat anfal karena punya riwayat sakit jantung. Sudah pasang ring 3, diabet juga kemarin gula darahnya 292," ungkap Raditya M Khadaffi anak Tatang kepada jatimnow.com, Jumat (19/7/2019) malam.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Baca juga:  

Namun, Raditya mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan bapaknya oleh dokter dinyatakan membaik.

"Saat ini kondisi kesehataan secara riil masih lemah. Cuma dokter rumah sakit sudah bilang sembuh," katanya.

Ia menemani sang bapak menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga, kata Raditya, menyerahkan kasus yang membelit bapaknya kepada proses hukum yang berlaku.

"Kita ikuti aja proses hukum saat ini," ujarnya.

Tatang yang saat itu sebagai Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Penetapan tersangka dilakukan setelah Kejari Trenggalek melakukan pemeriksaan selama 8 jam. PT BGS dibentuk pada 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. Sebagai pemilik saham sekitar 20 persen, Surabaya Sore yang dimiliki oleh tersangka harusnya menyetor Rp 1,7 miliar.

Namun, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek Lulus Mustofa menyebut, uang tersebut tidak pernah disetor ke PT BGS. Sementara PDAU telah menyetorkan dana Rp 7,1 miliar ke PT BGS.

Sebanyak Rp 5,9 miliar dari dana itu ditransfer ke tersangka untuk membeli mesin cetak, tapi ternyata mesin cetak yang dibeli dalam keadaan rusak.

Pemkab Trenggalek menganggarkan Rp 1 miliar untuk biaya operasional PT BGS pada 2009. Sebagian dari uang itu menjadi temuan auditor.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Sebelumnya, Bupati Trenggalek periode 2005-2010, Soeharto, dijadikan tersangka untuk kasus yang sama pada 14 Mei 2019. Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT BGS atas permintaan Tatang. Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar.

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.