Kamis, 18 Jun 2026 11:00 WIB

Bekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif di Banyuwangi Mendaftar di BISMA

Pelaksanaan BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Banyuwangi
Pelaksanaan BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Banyuwangi

jatimnow.com - Sejumlah pelaku ekonomi kreatif yang ada di Banyuwangi diajak mendaftarkan usahanya ke database Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melalui platform BISMA (Bekraf Information System in Mobile Application).

Melalui platform tersebut, para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dapat menambah jejaring, informasi dan kegiatan yang difasilitasi oleh Bekraf.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera

Wakil Kepala Bekraf Indonesia, Ricky Joseph mengatakan, BISMA Goes to Get Member (BIGGER) merupakan program sosialisasi platform BISMA kepada pelaku Ekraf Indonesia.

Dipilihnya Banyuwangi, kata dia, karena pemerintah kabupaten setempat dinilai turut berperan mendongkrak kegiatan Ekraf ini.

"Banyuwangi merupakan kota kelima pelaksanaan BIGGER di tahun ini, setelah Bogor, Malang, Palembang, dan Kota Padang. Di Banyuwangi kami lihat pemkabnya mendukung usaha-usaha kreatif," kata Ricky, Kamis (18/7/2019).

Keuntungan bergabung dengan BISMA ini, lanjutnya, pelaku Ekraf dapat memperoleh informasi, agenda yang difasilitasi Bekraf serta terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

"Pelaku Ekraf yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi. Sekaligus terhubung dengan jejaring investor. Keuntungan lainnya, pelaku Ekraf dapat memberikan masukan untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Ekraf nasional," katanya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dari 44 ribu pelaku Ekraf di Indonesia memiliki 9 ribu produk serta 7 ribu usaha Ekraf yang telah terdaftar di platform BISMA. Kini, lanjutnya, Bekraf mengajak pelaku Ekraf di Banyuwangi untuk bergabung.

Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono mengatakan, bahwa antusiasme pelaku Ekraf kali ini terhitung tinggi. Sebab, dari 250 peserta yang dibutuhkan jumlah pendaftarnya mencapai 450 orang.

"Untuk program ini jumlah pendaftarnya melebihi ekspektasi kami. Dari 250 kursi yang disediakan, sebanyak 450 orang yang mendaftar," katanya.

Di Banyuwangi, lanjutnya, persentase pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5.6 persen pada 2017 yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5.06 persen.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

"Angka ini utamanya didukung oleh sektor pariwisata dan produk kreatif lokal Banyuwangi," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.