Sabtu, 13 Jun 2026 08:11 WIB

Jembatan Widang Babat-Tuban Runtuh, Begini Kata Pakar Konstruksi

Jembatan Widang penghubung Tuban-Lamongan yang ambrol/ Foto: Ali Mahrus
Jembatan Widang penghubung Tuban-Lamongan yang ambrol/ Foto: Ali Mahrus

jatimnow.com - Pakar konstruksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Tavio Ph.D memperkirakan runtuhnya jembatan nasional penghubung Widang Tuban - Babat Lamongan itu akibat lemahnya mantainance dan monitoring berkala.

"Jadi intinya maintenance dan monitoring berkala perlu dilakukan rutin, karena semua bangunan ada umurnya terutama bangunan itu ada di lingkungan agresif dan juga arus sungai deras akibat sering banjir bandang," terang Prof Tavio Ph.D saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (17/4/2018).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Guru besar ke-106 ITS itu menuturkan monitoring atau maintenance jembatan kontruksi baja yang diketahui digunakan di Jembatan Widang itu, harusnya mulai dicek baik untuk struktur atas maupun bawahnya (seperti fondasi abutment).

"Yang pasti jembatan widang mengalami potensi korosi karena arus sungai. Pengecekan kekencangan, kondisi/kualitas dan kelengkapan baut. Selain itu kualitas las juga harus dicek, karena semakin bertambahnya waktu jembatan itu juga akan tua sehingga menurunkan kemampuannya," tuturnya.

Pria penggagas bangunan tanpa gempa ini, mengatakan mantainance jembatan itu juga harus ada dukungan anggaran utk aset-aset bangunan yang dimiliki, sehingga jangan menunggu kejadian baru ada tindakan.

"Jangan ada jatuh korban dan runtuh dulu baru diurus, karena jembatan-jembatan rangka baja lebih mempunyai Risiko dibandingkan Beton," tuturnya.

Ia menyampaikan, runtuhnya jembatan itu juga tak luput dari kendaraan yang mengangkut beban melebihi batas.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Ada kalanya usia jembatan bisa berumur panjang, namun beban yang ditopangnya overload sehingga jembatan itu cuma berumur pendek dan mengalami miring atau runtuh seperti ini," terangnya.

Untuk mengatasi hal ini,  mobil muatan yang melintas sesuai dengan kelas jalan atau jembatan, ia menyarankan agar instansi terkait mendirikan jembatan timbang.

"Mendirikan jembatan timbang yang ketat dan benar-benar menerapkan prosedur, tanpa ada kompromi seperti mengganti bebena berat dengan uang. Pasti aset jembatan tidak akan mengalami kerusakan prematur atau rusak sebelum umurnya," ungkapnya.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Ia berharap agar pemerintah membentuk SOP (Standard Operating Procedure) dan WI (Work Instruction) di dalam sistem manajemen.

"Selain itu harus ada Law Enforcement atau melaksanakan dan menerapkan hukum serta melakukan tindakan hukum terhadap setiap pelanggaran. Agar tidak merugikan masyarakat banyak karena rusak atau hilangnya aset seperti kejadian ini," tegasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.